Berita Kesehatan
Jarak Ideal Antara Makan Malam dan Tidur, Jangan Sampai Muncul Masalah Pencernaan
Berbaring setelah makan dapat menyebabkan gejala refluks, yang menyebabkan rasa tidak nyaman di dada dan rasa pahit di mulut
Jarak Ideal Antara Makan Malam dan Tidur
Jangan Sampai Muncul Masalah Pencernaan
TRIBUNJATENG.COM – Tidur yang cukup dengan kualitas yang baik tentunya menjadi dambaan semua orang.
Tapi tidak mudah mendapatkan kualitas tidur yang baik, tidur yang nyenyak.
Pernahkah Anda merasa tidak nyaman ketika rebahan setelah makan malam?
Jika Anda punya kebiasaan tersebut, segeralah hentikan.
Ketahuilah bahwa makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur bisa mengganggu tidur, terutama jika makan terlalu banyak atau makanan yang dikonsumsi memicu heartburn.
• 10 Tips Puasa Ramadhan Bagi Penderita Maag Agar Lambung Nyaman Saat Berpuasa
• Tanpa Obat Hanya Perlu Niat, Ini 5 Cara Menurunkan Asam Lambung
• Cara Mengatasi Sesak Napas Akibat Asam Lambung hingga Pencegahannya
Berbaring setelah makan dapat menyebabkan gejala refluks, yang menyebabkan rasa tidak nyaman di dada dan rasa pahit di mulut.
Beberapa orang menggambarkan kondisi ini sebagai "sendawa makanan".
Makanan pedas dan asam, seperti jeruk dan tomat, mungkin akan sangat mengganggu.
Sementara itu, alkohol, cokelat, dan bahkan peppermint juga dapat memperparah heartburn dan refluks.
Selain itu, kafein dalam kopi, teh, pop soda, minuman berenergi, dan cokelat juga harus dihindari jelang waktu tidur.
Sebab, kafein dapat memblokir adenosin, bahan kimia yang membuat kita mengantuk.
Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, minuman atau makanan mengandung kafein dapat menyebabkan insomnia.
Konsumsi kopi atau teh jelang waktu tidur juga bisa meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil di malam hari. Kondisi ini disebut sebagai nokturia.