Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Ini Perkataan yang Bikin Okta Apriyanto Tersinggung hingga Bunuh Meliyanti Dalam Hotel

Okta Apriyanto, pelaku pembunuhan Meliyanti (24) dalam lemari kamar nomor 102 hotel Royal Phoenix di Jalan Sriwijaya Semarang merupakan seorang muncik

Tribun Jateng/ Rahdyan Trijoko Pamungkas
Pelaku pembunuhan wanita di hotel Royal Phoenix Jalan Sriwijaya Semarang ditangkap di Wonosobo oleh tim gabungan Resmob Polrestabes Semarang bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng. 

"Polisi sudah kantongi identitas terduga pelaku. 

Pelaku masih diburu," bebernya. 

Profil Okta Apriyanto

Polisi telah mengungkap sekaligus menangkap pembunuh wanita di kamar nomor 102 Hotel Royal Phoenix Kota Semarang, Kamis 11 Februari 2021.

Pembunuh itu bernama Okta Apriyanto

Dia seorang pria kelahiran Wonosobo 11 Oktober 1991. 

Okta kini berumur 30 tahun. 

Pendidikan terakhir SMP kelas 2. 

Warga Jaraksari, Kabupaten Wonosobo.

Okta sudah menikah. 

Dia dikaruniai 1 orang anak. 

Namun pernikahannya akan kandas, lantaran proses cerai. 

Okta mengenal korban di Cilacap.

Mereka bekerja di tempat yang sama: sebuah cafe di Cilacap. 

Mereka pun menjalih hubungan selama 2 tahun. 

Okta dan korban menikah siri di Kabupaten Kebumen. 

Mereka bersepakat pindah ke Kota Semarang untuk membuka jasa prostitusi Open BO. 

Korban menyediakan jasa, sedangkan Okta sebagai pencari pria hidung belang. 

Berdasarkan rilis Bid Humas Polda Jateng, pembunuhan itu dilatarbelakangi pertengkaran. 

Tersangka mengaku sakit hati selalu dihina korban. 

“Kowe wong lanang ki kerjo ngopo,” akunya.

Permasalahan memanas ketika korban merasa cemburu. 

Dikarenakan waktu Korban Melayani Sex Tamu Pertama di kamar, tersangka
telepon dan mengobrol dengan wanita lain di ruang Resepsionis Hotel.

Setelah korban melayani tamu pertama, korban meminta Okta masuk ke kamar. 

Mereka bertengkar.

Korban melempar botol air mineral dan hp. 

Emosi Okta pun tersulut. 

Dia menarik korban ke dinding, lalu mencekiknya sampai lemas.

Korban pun diseret ke kamar mandi.

Okta kembali mencekik istri sirinya itu hingga tewas. 

Selanjutnya korban dimasukkan ke dalam lemari. 

Okta pun membersihkan diri dari bekas darah korban. 

Dia bergegas pergi menuju Sukun Banyumanik dan naik Travel ke Wonosobo.(*)

Dapatkan notifikasi berita terkini melalui channel Telegram tribunjateng.

Kamu juga bisa bergabung dalam Chat Room kami untuk berbagi informasi.

LINK: CHANNEL TRIBUN JATENG

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved