Berita Internasional
Mengaku Sebagai Sahabat, Myanmar Minta India Serahkan 8 Polisi yang Kabur & Minta Suaka
India diminta mengembalikan delapan anggota polisi Myanmar yang kabur dari negaranya karena ingin meminta suaka.
Tetapi menurut catatan Utusan Khusus PBB Christine Schraner Burgener, dampak hukuman itu takkan terlalu signifikan.
Sebab berdasarkan pertemuannya dengan junta, mereka sudah berencana untuk "bertahan dengan sedikit teman".
Ronan Lee, peneliti International State Crime Initiative Universitas Queen Mary berkata, junta bisa meningkatkan kebrutalan mereka untuk membungkam oposisi.
"Di masa lalu, militer bahkan sudah bersiap untuk mwmbunuh ribuan orang untuk menghentikan aksi sipil dan mencapai tujuan mereka," jelas Lee.
John Lichtefeld,, wakil presiden firma konsultan The Asia Group mempertanyakan sampai kapan massa bisa bertahan.
Dalam pandangannya, harus diakui junta mempunyai sumber daya lebih banyak, mata-mata, hingga mampu mematikan komunikasi.
Menurutnya, situasi bahkan bisa menjadi lebih buruk karena militer adalah organisasi yang penuh akan kebanggaan institusi.
"Sangat mungkin kelompok garis keras di dalamnya, yang memaksakan kehendak mereka, mulai mendapat pengaruh," ujar dia.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi" dan "Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/polisi-myanmar-memegangi-pengunjuk-rasa-bersiap-memukuli-dalam-insiden-di-tharkata.jpg)