Berita Internasional
Mengaku Sebagai Sahabat, Myanmar Minta India Serahkan 8 Polisi yang Kabur & Minta Suaka
India diminta mengembalikan delapan anggota polisi Myanmar yang kabur dari negaranya karena ingin meminta suaka.
TRIBUNJATENG.COM, NAYPYIDAW - India diminta mengembalikan delapan anggota polisi Myanmar yang kabur dari negaranya karena ingin meminta suaka.
DIlaporkan bahwa dalam beberapa hari ini sudah ada 30 polisi beserta keluarganya yang melintasi perbatasan.
Para polisi Myanmar itu menolak perintah junta militer untuk menekan pengunjuk rasa atau demonstran secara brutal.
Pejabat senior di Champhai, Negara Bagian Mizoram menyatakan, mereka menerima surat dari otoritas Distrik Falam.
Baca juga: Lebih dari 600 Polisi Myanmar Membelot Gabung Rakyat Lawan Junta Militer
Baca juga: 1 Demonstran Lagi Tewas Tertembak di Leher, Polisi Myanmar Lanjutkan Kebrutalan
Baca juga: Pesan Terakhir Angel Sebelum Kepalanya Dilubangi Peluru Aparat Myanmar Menyentuh Dunia
Baca juga: Video Kebrutalan Aparat Myanmar Beredar Luas, Dunia Diminta Bertindak Lebih Keras
Dalam suratnya, otoritas Falam meminta India mengembalikan delapan polisi Myanmar sebagai "tanda persahabatan".
Kepada Reuters, Wakil Komisioner Maria CT Zuali mengatakan, saat ini pihaknya menunggu arahan dari Kementerian Dalam Negeri India.
Dalam surat, negara yang dulunya bernama Burma itu menjabarkan detil empat polisi berumur 22-25 tahun, dan satu petugas perempuan.
"Untuk menjaga hubungan persahabatan antar-negara, Anda diminta menangkap mereka dan menyerahkan balik ke Myanmar," bunyi surat itu.
Kementerian dalam negeri tidak merespons akan surat itu.
Sementara kementerian luar negeri mengaku masih memahami faktanya.
Dilansir Channel News Asia Sabtu (6/3/2021), di media sosial banyak aparat yang berbalik mendukung aksi unjuk rasa.
Namun, ini adalah kali pertama ada aparat yang memutuskan mengabaikan junta dan mencari suaka di negara tetangga.
Viral Video Polisi Pukuli Tenaga Medis
Viral video memperlihatkan petugas medis Myanmar mengalami penyiksaan beberapa kali oleh aparat kepolisian setempat.
Radio Free Asia (RFA) yang merilis tayangan itu melaporkan, insiden tersebut terjadi di kawasan Okkalapa Utara, Rabu (3/3/2021).
Saat itu, terlihat polisi Myanmar menghentikan ambulans yang berasal dari Yayasan Mon Myat Seik Htar, dan menembak jendelanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/polisi-myanmar-memegangi-pengunjuk-rasa-bersiap-memukuli-dalam-insiden-di-tharkata.jpg)