Breaking News:

Berita Pemalang

Warga Pemalang Minta Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Segera Direalisasikan 

Pemkab Pemalang berencana memanfaatkan sampah menjadi energi listrik.  Adapun lokasi yang disasar berada di TPA Pegongsoran.

Tribun Jateng/ Budi Susanto
Aktifitas pengelola sampah di TPA Pegongsoran, Kecamatan Pemalang, Kamis (11/3/2021). 

Penulis : Budi Susanto 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Pemkab Pemalang berencana memanfaatkan sampah menjadi energi listrik. 

Adapun lokasi yang disasar berada di TPA Pegongsoran Kecamatan Pemalang

Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo beberapa waktu lalu juga menuturkan, pemanfaatan TPA tersebut menjadi solusi terkiat sampah.

Baca juga: Pohon-pohon Besar di Pemalang Ditebangi, Disebut Bikin Celaka Pengguna Jalan

Baca juga: Pembangunan Jembatan Rembun Pekalongan-Pemalang Selesai Lebih Cepat dari Target

Baca juga: Tak Jadi Gandeng Asing, Pemkab Tegal Pilih Kerja Sama dengan UPJ Bangun PLTSa

Baca juga: 450 Ton Sampah Jadi Listrik 5 Megawatt, Groundbreaking PLTSa di Putri Cempo Senilai Rp 330 Miliar

"Pembangkit listrik di TPA pastinya membutuhkan sampah tak sedikit, nantinya jika sampah di TPA kurang, kami akan mengusulkan ke Pemprov Jateng supaya Pemalang menjadi TPA regional, untuk menampung sampah dari daerah lain," jelasnya beberapa waktu lalu. 

Menyoal wacana pemanfaatan sampah menjadi sumber energi, dan pemecah masalah penumpukan sampah, masyarakat pun memberi dukungan. 

Tak hanya itu, masyarakat juga meminta Pemkab lebih tegas dalam hal sampah yang menjadi permasalan di beberapa wilayah. 

"Kalau bisa ada hukuman bagi warga yang membuang sampah sembarang. Supaya tidak ada yang mengotori lingkungan, sanksi harus dibuat biar jera," papar Abdul Rohman warga Kecamatan Taman, Pemalang, Kamis (11/3/2021).

Selain mendorong Pemkab untuk mengeluarkan sanksi terhadap masyarakat yang mengotori lingkungan, ia menegaskan sangat mendukung wacana adanya pembangkit listrik di TPA Pegongsoran. 

"Menurut saya wacana itu akan menjadi solusi bagus di tengah permasalahan penumpukan sampah, jadi harus segera direalisasikan. Kalau bisa, hasil listriknya bisa digunakan masyarakat Pemalang," jelasnya. 

Sementara itu, Mohammad Sodik, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemalang, menyatakan, TPA Pegongsoran yang memiliki luasa sekitar 7 hektar hanya bisa menampung sampah lima tahun ke depan.

Baca juga: Harapan Warga Soal Perbaikan Jalan di Pemalang: Bayar Pajak Telat Denda, Pembangunan Jangan Lambat

Baca juga: Kisruh Kudeta Partai Demokrat, Andika Ketua DPC Pemalang Dapat Iming-iming Rp 100 Juta Buat Ikut KLB

Baca juga: Kronologi Tewasnya 4 Penumpang Mobil yang Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan Deras di Pemalang

Baca juga: Kemiripan Plat Mobil Korban Pohon Pemalang dan Pembunuhan Bangkalan

"Setiap hari sampah yang dibawa ke TPA bisa mencapai 500 ton, harus ada solusi sebelum TPA penuh," imbuhnya. 

Ditambahkannya, selain mencari lokasi baru, pengelola sampah berbasis teknologi wajib diterapkan di TPA Pegongsoran. 

"Untuk program jangka pendek, kami mewacanakan ada pengelolaan sampah di tingkat desa, nantinya akan dibangun tempat pembuangan sampah terpadu," tambahnya. 

Penulis: budi susanto
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved