Breaking News:

Penanganan Corona

Klaster Covid Nusakambangan, Seluruh Penghuni dan Pegawai Lapas Diupayakan Dapat Vaksin

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan, klaster Covid-19 di Lapas Nusakambangan Cilacap saat ini sudah.

tribunjateng/lipsus
Lapas Nusakambangan di Pulau Nusakambangan Kabupaten Cilacap 

Penulis: Mamdukh Adi

TRIBUNJATENGCOM,SEMARANG - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan, klaster Covid-19 di Lapas Nusakambangan Cilacap saat ini sudah terkendali.

Ratusan warga binaan yang terkonfirmasi positif sudah dilakukan isolasi di tempat khusus.

"Mereka semua itu OTG (orang tanpa gejala). Kami awasi terus dan sudah diisolasi di (Lapas) Kembang Kuning (kompleks Nusakambangan). Sebagian besar napi yang positif diisolasi di situ," kata Yulianto, Rabu (31/3/2021).

Ia menerangkan, napi positif tersebut akan diisolasi dan dievaluasi setelah sekitar 13 hari. Pihaknya akan melakukan evaluasi pada 4 April 2021 mendatang.

Baca juga: 295 Napi Nusakambangan Positif Corona Tertular Petugas Lapas

Baca juga: Sosok Johny Indo: Bagikan Hasil Rampokan ke Rakyat, Lari dari Nusakambangan hingga Haji Gratis

Baca juga: Over Kapasitas, Lapas Semarang Pindahkan 43 Napi ke Sejumlah Lapas di Nusakambangan

Baca juga: Napi Teroris Nusakambangan Inisial JK Meninggal, Sempat Dibantu Alat Pernafasan

Dinkes juga berupaya agar napi dan petugas yang lain tidak tertular atau terpapar covid dengan melakukan tes kepada penghuni yang lain.

"Untuk yang negatif, sebagian sudah ada yang melaksanakan vaksinasi. Belum semuanya. Tapi menargetkan semuanya divaksin," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga binaan dan pegawai yang ada di tempat itu dinyatakan positif Covid-19. Kasus terbanyak diketahui berada di Lapas Kembang Kuning.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Jawa Tengah, A Yuspahruddin mengatakan, terdapat 235 warga binaan di LP Nusakambangan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Dari 235 warga binaan itu, hampir separuhnya sudah mulai sembuh. Tapi tetap kami isolasi selama 14 hari agar lebih aman. Rutin kami berikan vitamin dan rata-rata mereka kuat-kuat," katanya.

Pengetatan, lanjut dia, juga telah dilakukan, dengan penutupan kunjungan. Tamu apapun tidak boleh bertemu dengan warga binaan.

Baca juga: Larangan Mudik 2021, Dishub Kabupaten Tegal Siapkan Pos Jaga dan Lakukan Penyekatan

Baca juga: Radius Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Sragi Lama Diperluas, Nidhom: Belum Ada Hasil

Baca juga: TMMD Resmi Ditutup, Dandim Minta Masyarakat Merawat Hasil Pembangunan yang Telah Dicapai

Baca juga: Kapolres Tegal Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kasat dan Kapolsek

"Sejak pandemi berlangsung, kunjungan tidak diperkenankan lagi. Kalaupun ada kunjungan, harus virtual. Tapu apapun di sana, tidak bisa ketemu dengan warga binaan," jelasnya.

Saat bertemu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Yuspahruddin meminta dukungan Pemprov Jateng dalam beberapa hal. Antara lain vaksinasi untuk warga binaan di lembaga pemasyarakatan.

"Saya sampaikan ke pak Gubernur, kalau boleh warga binaan dalam lapas juga divaksin, karena di dalam lapas tidak bisa social distancing. Warga binaan ini sangat rentan tertular, maka seharusnya mereka divaksin. Kalau petugasnya kan sudah," imbuhnya.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved