Hari Kartini
Menilik Makna Hari Kartini 2021 di Mata para Tenaga Pendidik
Peran serta perempuan sebagai penggerak peradaban terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: rival al manaf
Penulis: Saiful Masum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Peran serta perempuan sebagai penggerak peradaban terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Tak sedikit perempuan yang berhasil menunjukkan kemampuan dan kebolehannya di kancah nasional.
Prestasi dalam bidang pendidikan, ekonomi, kebudayaan, hingga bidang sosial kini telah diwarnai oleh para perempuan-perempuan hebat.
Mereka layaknya menelusuri jejak pahlawan nasional Kartini sang pelopor emansipasi wanita.
Banyak harapan, doa, serta tekad para perempuan tersampaikan pada perayaan Hari Kartini 2021.
Baca juga: Kanwil DJP Jawa Tengah I Berhasil Kumpulkan Pundi-Pundi Negara Rp 6,18 Triliun Hingga 9 April 2021
Baca juga: Single Parent dan Hidupi 3 Anak Sebagai Ojol, Wanita Ini Jadi Inspirasi di Kartini Award
Baca juga: Anak Hilang di Semarang, Hingga Tengah Malam Hanya Ditemukan Kaus di Dekat Rel Kereta dan Kuburan
Satu di antaranya dalam bidang pendidikan untuk para generasi perempuan milenial.
Di Kendal, para tenaga pendidik mempunyai makna sendiri untuk mengartikan Hari Kartini tahun ini.
Diannita Ayu Kurniasih (35), guru SDN 2 Sukorejo mengatakan, momen Hari Kartini 2021 selayaknya menjadi momentum untuk membuktikan diri dalam berkarya. Baginya, perempuan sudah sepantasnya melakukan inovasi dan berbagi sebanyak mungkin untuk lingkungannya.
Berusaha dengan totalitas, mau mencari dan keluar dari zona nyaman, untuk mengembangkan diri tanpa melupakan tugas dan tanggungjawabnya kepada keluarga.
"Kartini, momen mengingatkan kaum perempuan harus bisa mengatur diri dalam berkarya dan keluarga. Bukan hal mudah, tetapi pasti bisa," terang pendamping guru penggerak yang pernah mendapatkan apresiasi dalam ajang Bupati Award Bidang ASN Handal tahun 2019, Selasa (20/4/2021).
Guru lain, Arnandiza Amirul Khafida mengatakan, pendidikan merupakan salah satu faktor utama yang perlu dikembangkan oleh para perempuan.
Katanya, di bidang pendidikan lah perempuan juga bisa berkarya setinggi mungkin sebagai madrasatul ula (sekolah pertama) untuk menciptakan generasi bangsa yang bisa memajukan negara.
Kata Arnandiza, momen Hari Kartini sudah sepantasnya menjadi momen bagi kaum perempuan untuk berkontribusi di tengah- tengah masyarakat. Ia yang juga sebagai guru di Sekolah Kreatif Ananda Kendal mempunyai harapan kepada diri dan para perempuan Indonesia agar bisa menggapai dan menjalankan peran penting dalam tatanan masyarakat sebaik mungkin. Supaya bisa memberikan kontribusi yang optimal bagi lingkungannya.
"Hari Kartini menjadi momen pengingat bahwa perempuan adalah manusia berdaya, dikaruniai banyak kesempatan dan kemampuan untuk berkontribusi di ranah domestik dan publik. Apalagi, di masa pandemi ini perannya menjadi lebih menantang karena harus beradaptasi dengan kebiasaan dalam mendidik anak dari rumah," tuturnya.