Breaking News:

Berita Sragen

Enam Pemudik yang Diisolasi di Sragen Minta Pulang, Mimpi Aneh dan Dihantui Pengalaman Mistis

Enam orang pemudik yang dikarantina di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen meminta pulang.

istimewa
Omah Londo untuk isolasi OPD bandel di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jumat (24/4/2020).Rumah angker yang membuat bulu kuduk berdiri menjadi lokasi karantina pemudik di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. () 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Enam orang pemudik yang dikarantina di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen meminta pulang.

Pasalnya keenamnya mengalami mimpi buruk dan merasa dihantui dengan pengalaman mistis.

Rumah isolasi pemudik di desa setempat memang dikenal angker.

Mereka pun tak betah tinggal dan meminta dijemput keluarganya dari rumah yang dimiliki Kepala Desa Sepat Mulyono.

Baca juga: Hendi Keluarkan Edaran Larangan Bepergian dan Wajib Karantina di Kota Samarang

Baca juga: Pemudik yang Nekat Masuk Banyumas Wajib Karantina, Biaya Makan Ditanggung Sendiri

Baca juga: Semua Pemudik Masuk Solo Wajib Karantina Meski Swab Negatif

"Rasanya takut. Bermimpi aneh-aneh setelah itu, mereka bercerita ke teman-temannya," kata Mulyono dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (24/4/2021).

"Akhirnya mereka berpikir untuk menuruti apa yang jadi aturan pemerintah," ujarnya.

Mulyono menceritakan rumah seluas 400 meter persegi tersebut memang sudah puluhan tahun tidak dihuni.

Terakhir, rumah milik Mulyono tersebut dipakai sebagai gudang tas.

"Mau masuk rasanya merinding takut," katanya.

Mulyono menuturkan beberapa orang pernah coba menginap di dalam rumah itu sekali.

Halaman
1234
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved