Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Memasuki Musim Kemarau, Satpolkar Kendal Cek 48 Titik Hydrant di Perkantoran dan Pasar

Satpolkar Kendal melakukan pengecekan 48 titik hydrant yang tersebar di gedung perkantoran dan pasar tradisional Kendal.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Petugas mengecek hydrant di Pasar Kota Kendal, Jumat (30/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Petugas pemadam kebakaran dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar (Satpolkar) Kendal melakukan pengecekan 48 titik hydrant yang tersebar di gedung perkantoran dan pasar tradisional Kendal.

Upaya ini sebagai langkah antisipatif petugas memasuki musim kemarau untuk memastikan semua hydrant berfungsi.

Dengan harapan, hydrant yang sudah terpasang bisa dioptimalkan manakala terjadi bencana kebakaran.

Baca juga: Polisi Pastikan DL Meninggal Minum Alkohol Campur Sirup Obat Batuk 15 Saset

Baca juga: Setelah KKB di Papua Disebut Teroris, Densus 88 Bisa Tangkap Pendukungnya di Medsos

Baca juga: Derita Petani di Kawasan Kawah Sileri Dieng, Lahan Kentang Tertutup Lumpur, Rugi Puluhan Juta

Baca juga: Pemudik Ke Sragen Langsung Tes Swab, Reaktif Langsung Isolasi di Technopark

Kasi Operasional dan Pengendalian Kebakaran, Ria Listianasari mengatakan, hasil pengecekan ditemukan beberapa hydrant tidak berfungsi maksimal mengeluarkan air.

Termasuk satu hydrant di wilayah Kantor Setda Kendal.

Ria menjelaskan, di lingkungan Setda terdapat 3 hydrant.

Dua di antaranya di depan Kantor Kesbangpol dan bagian Protokol dalam keadaan baik.

Sedangkan hydrant di gedung C dalam kondisi tak berfungsi.

"Bahkan kotak tempat peralatan tampak kosong.

Padahal kotak ini harusnya ada peralatan seperti sekrup untuk membuka hydrant ketika akan digunakan," ujarnya, Jumat (30/4/2021).

Kata Ria, berdasarkan pengecekan pada 2019-2020, banyak hydrant ditemukan dalam keadaan rusak.

Termasuk di sejumlah pasar tradisional Kendal.

Hal ini sangat disayangkan karen fungsi utama hydrant sebagai alat pertama pemadaman, tidak bisa difungsikan.

Sehingga, saat terjadi kebakaran tidak ada upaya cepat dari warga atau petugas pemadam kebakaran dengan memaksimalkan air dari hydrant

Seperti contoh kebakaran yang menghanguskan seluruh isi Pasar Weleri, kebakaran di Pasar Srogo dan juga di Pasar Magangan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved