Breaking News:

Kesehatan

Kadar Kolesterol pada Tubuh Anda Tinggi? Berikut Strategi Cara Menormalkannya

Untuk menjaga status gizi dan profil lipid darah yang optimal, diperlukan keseimbangan antara asupan makan dan aktivitas fisik.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
ilustrasi 

Penulis : Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sering dijumpai keluhan kenaikan berat badan dan kadar kolesterol darah setelah merayakan hari raya Idul Fitri, walaupun ibadah puasa selama satu bulan Ramadan sudah membantu penurunan berat badan hingga kadar kolesterol darah.

Hidangan manis dan kaya santan yang kerap disajikan pada saat kunjungan silaturahmi ke sanak saudara dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Seperti diungkapkan oleh Dosen Nutrisi dan Pangan Fungsional Program Studi Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata Semarang, Meiliana, S.Gz., MS kepada Tribunjateng.com.

Meiliana mengungkapkan, hal-hal tersebut dapat berujung pada asupan kalori yang berlebihan.

Padahal, menurutnya, untuk menjaga status gizi dan profil lipid darah yang optimal, diperlukan keseimbangan antara asupan makan dan aktivitas fisik. 

Baca juga: Punya Budget Rp 4 Juta sampai Rp 5 Juta Beli HP Samsung? Ini Daftarnya

Baca juga: Diduga Alami Kebocoran Data, BPJS Kesehatan Tempuh Jalur Hukum

Baca juga: Perayaan Waisak di Kota Tegal Akan Berlangsung Sederhana dan Terbatas, Hanya 30 Umat

Untuk bisa menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, bagi Meiliana, diperlukan kesadaran dan kemampuan mendeteksi rasa lapar dan kenyang.

Dia melanjutkan, mindfulness adalah salah satu cara yang dapat memperbaiki pola makan, pilihan makan, dan asupan kalori yang kemudian dapat mengatasi kenaikan berat badan dan obesitas. 

Dosen Nutrisi dan Pangan Fungsional Program Studi Teknologi Pangan
Meiliana, S.Gz., MS, Dosen Nutrisi dan Pangan Fungsional Program Studi Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata Semarang

"Akan tetapi, sadar saja tidak cukup. Beranilah untuk berkata tidak. Ini bukanlah hal yang mudah, but still do able. Yuk kita lihat beberapa strategi atau cara halus yang dapat digunakan untuk “menolak” asupan makan yang berlebihan. Kelebihan makan saat berkunjung ke saudara dapat diatasi dengan pengambilan porsi yang kecil setiap kali makan. Ukuran piring dan gelas yang lebih kecil dapat membantu memperkecil ukuran porsi makanan dan minuman yang diambil," papar Meilana.

Dia menambahkan, selain porsi, jenis makanan yang dicicipi juga berperan penting terhadap jumlah kalori yang masuk ke tubuh kita.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved