Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kesehatan

Kadar Kolesterol pada Tubuh Anda Tinggi? Berikut Strategi Cara Menormalkannya

Untuk menjaga status gizi dan profil lipid darah yang optimal, diperlukan keseimbangan antara asupan makan dan aktivitas fisik.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
ilustrasi 

Penulis : Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sering dijumpai keluhan kenaikan berat badan dan kadar kolesterol darah setelah merayakan hari raya Idul Fitri, walaupun ibadah puasa selama satu bulan Ramadan sudah membantu penurunan berat badan hingga kadar kolesterol darah.

Hidangan manis dan kaya santan yang kerap disajikan pada saat kunjungan silaturahmi ke sanak saudara dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Seperti diungkapkan oleh Dosen Nutrisi dan Pangan Fungsional Program Studi Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata Semarang, Meiliana, S.Gz., MS kepada Tribunjateng.com.

Meiliana mengungkapkan, hal-hal tersebut dapat berujung pada asupan kalori yang berlebihan.

Padahal, menurutnya, untuk menjaga status gizi dan profil lipid darah yang optimal, diperlukan keseimbangan antara asupan makan dan aktivitas fisik. 

Baca juga: Punya Budget Rp 4 Juta sampai Rp 5 Juta Beli HP Samsung? Ini Daftarnya

Baca juga: Diduga Alami Kebocoran Data, BPJS Kesehatan Tempuh Jalur Hukum

Baca juga: Perayaan Waisak di Kota Tegal Akan Berlangsung Sederhana dan Terbatas, Hanya 30 Umat

Untuk bisa menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, bagi Meiliana, diperlukan kesadaran dan kemampuan mendeteksi rasa lapar dan kenyang.

Dia melanjutkan, mindfulness adalah salah satu cara yang dapat memperbaiki pola makan, pilihan makan, dan asupan kalori yang kemudian dapat mengatasi kenaikan berat badan dan obesitas. 

Dosen Nutrisi dan Pangan Fungsional Program Studi Teknologi Pangan
Meiliana, S.Gz., MS, Dosen Nutrisi dan Pangan Fungsional Program Studi Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata Semarang

"Akan tetapi, sadar saja tidak cukup. Beranilah untuk berkata tidak. Ini bukanlah hal yang mudah, but still do able. Yuk kita lihat beberapa strategi atau cara halus yang dapat digunakan untuk “menolak” asupan makan yang berlebihan. Kelebihan makan saat berkunjung ke saudara dapat diatasi dengan pengambilan porsi yang kecil setiap kali makan. Ukuran piring dan gelas yang lebih kecil dapat membantu memperkecil ukuran porsi makanan dan minuman yang diambil," papar Meilana.

Dia menambahkan, selain porsi, jenis makanan yang dicicipi juga berperan penting terhadap jumlah kalori yang masuk ke tubuh kita.

Menurut Meiliana, menghindari minuman manis, dessert, dan highly processed food yang mengandung banyak gula sederhana, sodium, dan lemak adalah cara jitu yang bisa dicoba. 

Lalu, Dia juga menyarankan untuk pilihlah minuman seperti air putih atau teh tawar daripada teh manis.

Bila suguhan yang diberikan adalah kudapan manis atau tinggi lemak, makanlah dengan perlahan supaya piring tidak cepat kosong dan diisi dengan kudapan lainnya.

Baca juga: IGD ‎Penuh, RSUD Kudus Bakal Tambah Kapasitas 20 Tempat Tidur di Ruang Isolasi

Baca juga: Banyak Kepala Dinas Kosong, Bupati Sragen Akan Lakukan Open Bidding Usai Dilantik

Baca juga: Fitur Multi Device Segera Rilis, Bisa Pakai WA WhatsApp di Perangkat Lain Jika HP Mati

"Penuhilah separuh piring makan dengan sayur dan buah untuk memastikan asupan yang mengandung lebih banyak serat, banyak protein, dan lemak terbatas. Selain strategi makan, perencanaan aktivitas selama masa libur juga diperlukan. Jalan-jalan pagi atau sore dapat menjadi salah satu olah tubuh ringan dan santai yang dapat dilakukan sendiri maupun bersama-sama. Bila kalori yang dikonsumsi dirasa berlebihan, pilihlah aktivitas yang lebih intens tetapi fun seperti bersepeda, sepak bola, atau bulu tangkis," urai Meiliana.

Dia menambahkan, waktu tidur yang cukup juga membantu menjaga asupan makan yang tidak berlebihan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved