Berita India
Korban Covid-19 Belum Tertangani, Kini India Diserang Jamur Hitam di Mata
Ribuan pasien covid-19 di India menjalani operasi pengangkatan mata di tengah wabah 'jamur hitam' yang melanda negara
Penderita jamur hitam, Anil Wankhede, 54 tahun, mengalami sakit kepala dan mata kanan bengkak setelah keluar dari rumah sakit karena covid.
Dia mengatakan kepada Times bahwa mata kanannya telah tertutup saat dia mencoba untuk mendapatkan bantuan. Setelah memeriksakan diri ke beberapa dokter, ia didiagnosis menderita mukormikosis.
Dr Akshay Nair memberitahu hidupnya dalam bahaya, dan satu-satunya pilihan untuk tetap hidup adalah operasi pengangkatan mata kanannya, dan mengupas sinusnya untuk mencegah jamur menyebar.
"Jika kita tidak mengangkat seluruh bagian, bersama dengan semua jaringan, saraf dan kelopak mata, infeksi dapat menyerang otak. Di titik ini, kammi sudah tidak bisa lagi menyelamatkan hidup mereka," tuturnya.
Dr Renuka Bradoo, yang bekerja di Rumah Sakit Sion di Mumbai, menyebut, infeksi jamur hitam di Negeri Anak Benua sebagai epidemi dalam pandemi.
Tertinggi kedua
India memiliki jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 tertinggi kedua di dunia mencapai 26,34 juta, di belakang AS yang memiliki 33,86 juta kasus. Korban kematian akibat covid-19 resmi di India tercatat mencapai lebih dari 300.000 orang, sebagai yang tertinggi ketiga di dunia, setelah AS dan Brasil.
Gelombang tsunami covid-19 di India tersebut tidak hanya membanjiri rumah sakit dengan pasien, tetapi juga menyebabkan kekurangan oksigen dan obat-obatan penting. Mayat-mayat korban covid-19 pun terlihat mengambang dan sebagian dikubur di tepian Sungai Gangga, dengan kedalaman kuburan yang relatif dangkal.
Data Kementerian Kesehatan India mencatat, korban meninggal akibat covid-19 di India sekarang mencapai 303.720 orang, setelah menambah 50.000 kematian hanya dalam waktu kurang dari 2 minggu, karena jumlah total infeksi naik di atas 26,7 juta.
Melansir Channel News Asia, India telah mencapai rekor peningkatan infeksi dan kematian akibat covid-19 harian dalam beberapa pekan terakhir di tengah lonjakan brutal. India melaporkan 4.454 kematian akibat covid-19 dalam 24 jam terakhir pada Senin (24/5), jumlah harian tertinggi kedua sejak mencapai rekor 4.529 kematian pada Rabu (19/5) pekan lalu.
India melaporkan lebih dari 400.000 infeksi sehari sejak awal Mei, tetapi jumlahnya perlahan-lahan berkurang. Pada hari Sabtu (22/5), data pemerintah menunjukkan 257.299 kasus baru, dengan 4.194 kematian.
Banyak ahli percaya, jumlah kematian sebenarnya jauh lebih tinggi, terutama karena covid-19 menyebar ke luar kota-kota besar ke daerah pedesaan di mana mayoritas dari 1,3 miliar penduduk India tinggal, dan buruknya pencatatan fasilitas kesehatan. (Tribunnews/kontan.co.id)
Baca juga: FORUM KAMPUS Cintya Nurika Irma: Perlukah Memaknai Kelulusan dengan Hura-hura?
Baca juga: Meski Terbaring di Atas Kasur Rumah Sakit, Hotman Paris Masih Tebar Ancaman Kepada Para Musuh
Baca juga: Bertambah 121 Kasus Covid-19 Baru Dalam Sehari di Kudus, Hartopo Konsultasi Ke Ganjar Pranowo
Baca juga: Ada 97 Ribu Data PNS Fiktif, Gaji & Pensiunan Diberikan Tiap Bulan Tapi Orangnya Tidak Ada
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/infeksi-jamur-hitam-di-india.jpg)