Berita Kudus
Kepala Dinas Kesehatan Kudus Ingatkan Manfaat Vaksinasi: Mencegah Efek Terburuk dari Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Badai Ismoyo, menyebutkan, bahwa vaksin memiliki dampak besar terhadap kemungkinan terburuk.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar
Penulis: Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Badai Ismoyo, menyebutkan, bahwa vaksin memiliki dampak besar terhadap kemungkinan terburuk yang bisa ditimbulkan oleh Covid-19.
Hal itu terbukti dari sekitar 700-an tenaga kesehatan di Kudus yang terpapar Covid-19, kini tersisa 10 persen yang masih isolasi.
“Sehingga sudah 90 persen (nakes isolasi) selesai. 10 persen masih menunggu masa berakhirnya isolasi dengan posisi OTG (Orang Tanpa Gejala). Jadi boleh dikatakan hampir 99 persen itu seperti itu, maksudnya yang sudah divaksin nakes terhindar dari kejadian yang buruk,” ujar Badai, Senin (21/6/2021).
Badai memastikan para nakes telah divaksin. Dia tidak menampik jika terdapat nakes yang sempat bergejala. Tercatat ada 19 nakes yang bergejala ringan sampai sedang.
Baca juga: Dorong Warga Vaksinasi Covid-19, Kepala Dinkes Kudus: Masih Ada yang Bilang, Itu Wong Mari Dewe Kok!
Baca juga: Antusiasme Warga Tinggi, Tak Semua Warga Banyumas Bisa Terlayani Vaksinasi Keliling di Pasar Wage
Baca juga: Turut Bawa Kesuksesan AC Milan, Fikayo Tomori Dikontrak Permanen, Masuk Jajaran Bek Termahal
“Terbanyak hanya 19 orang saja yang sempat mengalami gejala ringan sedang. Itu dirawat selesai sudah sembuh,” ujar dia.
Memang satu di antara upaya menekan tingginya angka penularan Covid-19 di Kudus selain menerapkan protokol kesehatan, vaksinasi harus dipercepat.
“Karena setidaknya vaksin itu kan setidaknya bisa mengurangi kejadian terburuk. Artinya manfaatnya luar biasa,” kata dia.
Sampai saat ini, katanya, vaksinasi masih terus berlangsung. Vaksin yang digunakan yakni Sinovac.
“Sinovac jelas disampaikan oleh para peneliti sendiri mempunyai efektivitas sampai 65 persen. Jadi kalau seandainya orang divaksin 100 orang itu yang 65 itu pasti efektif yang 35 bisa saja kurang efektif karena persoalannya orang yang divaksin mempunyai daya imun sendiri-sendiri,” kata dia.
Sebelumnya, Badai Ismoyo, menyebutkan, angka kematian terkonfirmasi positif Covid-19 di Kudus selama 19 Mei sampai 15 Juni 2021 sebanyak 440 orang. Angka sebanyak itu hampir sama dengan angka kematian terkonfirmasi positif selama setahun.
"Betapa menunjukkan sangar luar biasanya. Itu sama dengan kematian setahun, April 2020 sampai dengan Mei 2021 itu angka kematian sekitar 500-an. Hampir 80 persen kan," ujar Badai, Senin (21/6/2021).
Badai menjelaskan, dari angka 440 kematian tersebut sebagian besar memang belum divaksin. Ada memang yang sudah divaksin. Yakni sebanyak 20 orang. Itupun baru disuntik vaksin sekali.
Baca juga: Jadwal Lengkap Copa America 2021 Selasa Pagi, Ada Uruguay vs Chile dan Argentina vs Paraguay
Baca juga: Mobil Taruna Kecelakaan Nyemplung ke Selokan di Tawangmangu Karanganyar Gara-gara Susu
Baca juga: AMK Cs Pemuda Solo Mendadak Serang dan Keroyok 5 Warga di Warung Makan, Berakhir di Kantor Polisi
"Hanya 20 orang saja yang sudah terjangkau vaksin. Tidak lengkap. Baru satu (dosis) dan komorbid," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/petugas-merapir-antigen-pengunjung-mal.jpg)