Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pria Tanpa Bayangan, Mata-mata Terbaik yang Tak Pernah Tidur Dua Kali di Tempat yang Sama

Veteran Direktorat Intelijen Utama Rusia menyebutkan jaringan mata-mata Chernyak merupakan salah satu yang terbaik dalam sejarah.

Tayang:
RBTH
Yan Chernyak 

Setelah menyelesaikan sekolah dengan nilai yang memuaskan, ia kuliah di Sekolah Teknik Tinggi Praha dan menyelesaikan studinya pada 1931.

Ia kemudian mempelajari bahasa Prancis dan Inggris secara otodidak dan menjadi insinyur elektro.

Selanjutnya, biografinya kabur dalam misteri.

Dalam otobiografinya, yang saat ini disimpan di departemen personil TASS, tempat Yan Chernyak bekerja dari 1950 hingga pensiun pada 1969 sebagai penerjemah, ia menuliskan setelah sekolah di Praha ia mulai bekerja di pabrik Electromotorenwerke.

Namun, esai mengenai dirinya yang dipublikasikan di Rusia dan di luar negeri menyebutkan ia masuk sekolah politeknik Berlin.

Di universitas, ia direkrut oleh mata-mata militer Soviet, kemudian ia dikirim untuk bergabung dengan tentara Rumania.

Di sana, ia mulai mengirim informasi rahasia pada Moskow.

Ia kemudian kembali ke Jerman, dan menciptakan jaringan mata-mata yang diberi nama Krona.

Jaringan agen ini termasuk para bankir penting, sekretaris menteri, kepala departemen riset perusahaan konstruksi pesawat, putri dari direktur pabrik tank, serta para pejabat tinggi.

Beberapa agen belakangan diketahui sebagai aktris favorit Hitler: Marika Rökk dan Olga Chekhova.

Selain itu, Chernyak juga memberi informasi teknis yang berharga bagi Uni Soviet mengenai tank Tiger dan Panther Jerman, senjata artileri, serta senjata roket FAU-1 dan FAU-2, pengembangan senjata kimia dan sistem elektronik.

Veteran Direktorat Intelijen Utama Rusia menyebutkan jaringan mata-mata Chernyak merupakan salah satu yang terbaik dalam sejarah.

Mereka tak pernah gagal selama 10,5 tahun bekerja di luar negeri.

Chernyak juga berkontribusi secara signifikan dalam pembuatan senjata nuklir Soviet.

Ia memperoleh informasi pengembangan ini di Inggris dan, sesuai perintah atasannya, dikirim ke Kanada dan AS.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved