Pria Tanpa Bayangan, Mata-mata Terbaik yang Tak Pernah Tidur Dua Kali di Tempat yang Sama
Veteran Direktorat Intelijen Utama Rusia menyebutkan jaringan mata-mata Chernyak merupakan salah satu yang terbaik dalam sejarah.
Penulis: galih pujo asmoro | Editor: galih pujo asmoro
Pada masa penugasannya, ia mengirim ribuan materi mengenai senjata nuklir Amerika untuk Soviet.
Bahkan ia juga mengirimkan beberapa miligram Uranium-235, yang digunakan untuk membuat bom atom.
Hal yang menarik adalah Nazi mengetahui (bukan tanpa kesalahan Soviet), mengekspos, dan menahan para anggota mata-mata Soviet yang disebut Kapel Merah oleh Gestapo dan mengeliminasi agen dari jaringan mata-mata lain, Troika Merah.
Namun, mereka tak berhasil menemukan mata-mata Krona.
Mereka juga tak mampu mengidentifikasi direkturnya, Yan Chernyak, yang disebut sebagai ‘pria tanpa bayangan’.
Ia tak pernah meninggalkan jejak di mana pun.
Ia bahkan tak pernah tidur di tempat yang sama dua kali, seperti yang mereka bilang.
Ia terus berpindah di sekeliling Eropa dan hanya berkomunikasi dengan agennya saat ia mendapat sinyal mengenai pertemuan penting.
Chernyak tentu akan melanjutkan misinya di luar negeri jika kriptografer yang tahu satu-dua hal mengenai dirinya tidak terbang dari korps atase Soviet di Ottawa.
Chernyak kemudian diam-diam ditarik kembali ke Uni Soviet.
Yan Chernyak menjadi warga negara Soviet pada Mei 1946.
Kemudian ia mulai belajar bahasa Rusia.
Otobiografinya, ditulis dengan sempurna, tanpa setitik pun kesalahan tata basa.
Tak ada yang tahu, baik kantor berita atau pun pihak lain, termasuk istrinya, siapa Yan Chernyak sebenarnya dan kontribusi apa yang ia berikan terhadap kemenangan atas Nazi dan penciptaan senjata nuklir.
Hanya setelah ia dianugerahi Bintang Pahlawan Rusia barulah misteri kehidupannya perlahan terkuak. (*)
Artikel ini telah tayang di id.rbth.com dengan judul ‘Pria Tanpa Bayangan’, Agen Mata-Mata Terbaik Soviet Sepanjang Sejarah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/yan-chernyak-mata-mata-rusia.jpg)