Forum Guru
Forum Guru Yohanes Eko Nugroho : Urgensi Kurikulum Herbal Darurat Covid-19
VLOG yang diunggah di Youtube (https://youtu.be/jzFoZXVtNnQ), Presiden Jokowi menceritakan pengalamannya bahwa selama ± 18 tahun
Jamu dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat sistem imun tubuh seseorang. Jamu adalah racikan herbal dan empon-empon tradisional Indonesia yang telah dipraktekkan selama berabad-abad oleh masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit.
Meskipun sudah banyak obat-obatan modern, jamu masih sangat populer di daerah pedesaan maupun perkotaan. Terutama disaat seperti ini, dimana belum ditemukannya obat Covid-19. Masyarakat akan kembali menggunakan herbal dan empon-empon sebagai alternatif pencegahan dan pengobatan. Selain itu dengan harga yang murah dan bahan baku yang mudah ditemukan, jamu dapat dibuat dan dikonsumsi sendiri di rumah.
Permasalahannya adalah masyarakat kurang mengenal tanaman yang bisa digunakan sebagai obat maupun pendongkrak imun. Tanaman yang dapat dikonsumsi dan dibuat menjadi jamu untuk immune booster antara lain adalah kencur, temulawak, kunyit, jahe, daun kelor, talok (kersen), biji mahoni, bawang putih, dan lain-lain. Selain bahan utama tersebut, dapat juga ditambahkan bahan lain untuk menambah rasa dan memberi aroma yang menggugah selera seperti kayu manis, serai, dan gula aren.
Tingkatkan imunitas
Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza Roxb merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai obat-obatan yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Salah satu kandungan terbanyak yang dimiliki tumbuhan temulawak ialah vitamin C dan pati. Pati temulawak mengandung kurkuminoid yang membantu proses metabolisme dan fisiologis organ badan.
Temulawak banyak digunakan dalam pengobatan gangguan pencernaan, sakit hati (kuning dan hepatitis), keputihan, meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga kesehatan. Terpopuler adalah jahe (Zingiber officinale). Jahe merupakan bahan obat herbal karena mengandung minyak atsiri dengan senyawa kimia aktif, yang berkhasiat dalam mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Senyawa kimia aktif yang juga terkandung dalam jahe yang bersifat anti-inflamasi dan antioksidan, adalah gingerol, beta-caroten, capsaicin, asam cafeic, curcumin dan salisilat.
Kunyit (Curcuma longa L) dipercaya sebagai bahan antibiotik, juga digunakan untuk memudahkan proses pencernaan dan memperbaiki perjalanan usus. Sampel ketiga empon-empon tersebut diatas diketahui mengandung senyawa kurkumin yang memiliki banyak sekali manfaat seperti : antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antivirus yang sangat cocok apabila digunakan untuk meningkatkan imunitas agar tetap sehat dikala pandemic.
Menurut Prof. Dr. Mangestuti Agil, MS, Apt, salah satu guru besar di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga dalam artikel yang dipublish oleh The Jakarta Post “Kunyit, misalnya, bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita.
Ini juga berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba. Jahe juga dikenal sebagai penguat kekebalan tubuh dan temulawak bermanfaat dalam menjaga kesehatan hati.” Prof. Dr. Mangestuti juga menambahkan bahwa mengkonsumsi tanaman tersebut dalam bentuk jamu secara teratur berpotensi mencegah penularan berbagai mikroba, termasuk virus dan bakteri. Pengelolaan stres juga penting, karena stres memengaruhi kekebalan tubuh. (*)
Baca juga: Hotline Semarang : Apakah Puskesmas Buka Layanan Swab Antigen
Baca juga: Penalti Jorginho Mendatar dan Pelan, Namun Mampu Bawa Italia ke Final Euro 2020 Kalahkan Spanyol
Baca juga: Masyarakat Pelabuhan Resah Ada Gas Bocor di Terminal Gas LPG Tanjung Emas, KSOP Angkat Bicara
Baca juga: Jadwal Lengkap Semifinal Euro 2021 Malam Ini Inggris Vs Denmark
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bakul-empon-empon-peterongan.jpg)