Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Vaksinasi Corona

Mayoritas Penolak Vaksin Covid-19 Justru Dari Kalangan Pendidikan Tinggi

Hasil survei menunjukan bahwa para penolak vaksin Covid-19 justru mayoritas memiliki pendidikan yang cukup tinggi.

Editor: rival al manaf
(Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Pelajar SMA N 1 Semarang menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama dari tenaga kesehatan Pemerintah Kota Semarang, Rabu (14/7/2021). Selain pelajar SMA N 1 Semarang, vaksinasi juga dilaksanakan di SMP N 3 Semarang, SMP N 2 Semarang, SMP N 15 Semarang, dan SMP N 32 Semarang. Untuk pelaksanaan vaksinasi pelajar SMP semua di pusatkan di SMP N 3 Semarang. BIN Jawa Tengah memberikan bantuan 3000 vaksin untuk pelajar. 

TRIBUJATENG.COM, JAKARTA - Hasil survei menunjukan bahwa para penolak vaksin Covid-19 justru mayoritas memiliki pendidikan yang cukup tinggi.

Data itu dipaparkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Minggu (18/7/2021).

Kementerian kesehatan memaparkan masih ada 33 persen warga Indonesia yang menolak dan tidak yakin dengan vaksin Covid-19.

Baca juga: Pijat Plus-plus Masih Buka saat PPKM Darurat, 21 Terapis Diamankan Bersama Alat Kontrasepsi bekas

Baca juga: Terungkap Alasan Dr Faheem Younus Ngetweet Saran Penanganan Covid-19 dalam Bahasa Indonesia

Baca juga: Tanggapan Polisi Soal Insiden Pria Padang Mengaku Tertusuk Pena di Posko PPKM Darurat

Baca juga: PPKM Tandingan Ala Pemuda Semarang Bermakna Pembagian Pangan Kepada Masyarakat, Begini Kebijakannya

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengutip Kompas.com menyebutkan angka presentase masyarakat Indonesia yang awalnya diyakini dapat mencegah penularan melalui vaksin 67 persen.

Hasil survei yang dilakukan Balitbangkes Kemenkes RI April-Mei 2021, ternyata masih ada 33 persen lainnya masih belum yakin bahkan menolak vaksin sebagai upaya pencegahan Covid-19.

Tidak hanya itu, dari hasil survei tersebut hampir 99 persen responden sudah mengetahui mengenai informasi vaksinasi Covid-19.

Namun sekitar 7,6 persen responden masih menolak vaksin.

Sementara survei dari tingkat pendidikan, responden yang berasal dari pendidikan tingkat tinggi paling banyak menolak vaksinasi.

Nadia menjelaskan, angka persentase sebesar 18,6 persen berasal dari kelompok pendidikan D-4 dan S-1.

Bahkan persentase tersebut lebih besar dari kelompok pada tingkat pendidikan yang lebih rendah.

“Ini apakah karena terlalu banyak baca hoaks sehingga menambah ketidakyakinan akan vaksin atau bagaimana,” papar Nadia dilansir dari laman resmi Unpad.

Kendati demikian, pemerintah terus berupaya mempercepat program vaksinasi Covid-19.

Target 2-3 juta vaksinasi per hari juga terkendala kebijakan PPKM darurat akibat eskalasi Covid-19.

Masih punya banyak cadangan vaksin Nadia juga memastikan bahwa 57 juta dosis vaksin sudah disuntikkan dan disalurkan ke beberapa wilayah di Indonesia.

Baca juga: Bupati Cilacap Tegaskan Kepada Warga Supaya Takbir Dan Salat Idul Adha Dirumah Saja

Baca juga: Wiwin Subiyono Anggota DPRD Kota Semarang dari Partai Demokrat Meninggal Setelah Terpapar Covid-19

Baca juga: Pernah Jadi Primadona, Janda Bolong Kini Dijual Murah, Idola Beralih Ke Aglonema

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 4 Tema 9 Halaman 100 101 103 104 107 112, Manusia dan Sumber Daya Alam

Indonesia juga masih memiliki banyak cadangan vaksin dengan total yang sudah diterima 99,2 juta dosis vaksin.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved