Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

Inkubator Unit Bisnis LPPM Unnes Beberkan Keuntungan UMKM Manfaatkan Digital Marketing

Sudah jadi hal lumrah strategi pemasaran yang paling efektif saat ini yakni melalui saluran digital atau online.

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
tangkapan layar webinar Unnes
Tangkapan layar ruang diskusi pada webinar Inkubator Unit Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (Unnes). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Sudah jadi hal lumrah strategi pemasaran yang paling efektif saat ini yakni melalui saluran digital atau online.

Terlebih pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, perkembangan teknologi dibutuhkan dalam dunia pemasaran.

Oleh karena itu, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dituntut pandai-pandai memanfaatkan tren digital marketing.

Hal itu diungkapkan CEO DigiTiket, Rizqi Mulyantara pada webinar bertajuk UMKM Naik Kelas: Mengenal Digital Marketing dan Akses Permodalannya.

Baca juga: Pusat Kota Semarang Sering Tergenang Banjir saat Hujan, DPU Bangun Saluran Gendong di Simpanglima 

Baca juga: Jaringan TV Korsel Minta Maaf soal Deskripsi Negara di Pembukaan Olimpiade, Haiti: Tidak Cukup

Baca juga: KRI dr Soeharso Akan Berada di Semarang Hingga Terpenuhinya Kebutuhan Oksigen di Jawa Tengah

Baca juga: Tak Miliki NIK KTP, Puluhan Warga Binaan Rutan Salatiga Batal Divaksin Covid-19

Webinar diadakan Inkubator Unit Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (Unnes).

"Bisa memanfaatkan aplikasi Google Bisnisku atau Google My Business untuk memperkenalkan produk yang dihasilkan. Sekaligus untuk mempermudah pengaturan keberadaan bisnis, sehingga mampu meningkatkan hubungan dengan pelanggan potensial secara online di Google Search dan Maps," kata Rizqi dalam paparannya yang dikutip Rabu (28/7/2021).

Menurutnya, dengan layanan Google My Business tersebut, produk apa saja termasuk dari pelaku UMKM akan mudah ditemukan pelanggan.

Selain itu, produsen juga dapat berhubungan langsung dengan pelanggan. Termasuk pelanggan juga bisa memberikan respon dan masukan.

"Dengan begitu, sehingga kita bisa meningkatkan layanan, kemudian juga dapat menambah pelanggan atau konsumen baru," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rizqi juga mengajak peserta untuk langsung melakukan praktik pembuatan Google Bisnisku.

Peserta webinar tidak hanya mahasiswa, tetapi juga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pengusaha rintisan berbasis teknologi atau startup tenant binaan di sekitar lingkungan kampus, terutama yang terdampak pandemi.

Total jumlah peserta yang mendaftar dalam kegiatan ini sebanyak 102 orang. 56 persen telah memanfaatkan digital marketing untuk kegiatan usahanya.

Narasumber lain, yakni Wakil Pimpinan BNI Kantor Cabang Semarang, Eko Wianindyo memaparkan terkait permodalan dalam upaya mengembangkan usaha yang ada, termasuk untuk startup.

Permasalahan permodalan bagi startup juga dibeberkan Ketua Inkubator Unit Bisnis LPPM Unnes, Dr Margunani.

"Permasalahan yang saat ini masih dihadapi mitra (pelaku UMKM dan startup), antara lain kesulitan mencari mentor bisnis, dan akses permodalan. Kemudian banyak yang belum menguasai sistem penjualan secara online," terangnya.

Margunani menjelaskan, satu aspek penting yang harus dipahami start-up dengan usaha yang mereka jalankan adalah bagaimana mengelola sistem usaha.

Bahkan, di Unnes, startup memiliki wadah atau organisasi untuk saling berbagi melalui Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Negeri Semarang (HIPMI PT Unnes).

Baca juga: BREAKING NEWS: Truk Tebu Hantam Pembatas Besi dan Tiang Listrik di Turunan Silayur, Sopir Luka Berat

Baca juga: Gurihnya Lentog Tanjung Kuliner Khas Kudus dan Mitos yang Dipercaya Warga

Baca juga: Peraih Medali Emas Angkat Besi dari China Diduga Pakai Doping, Windy Cantika Aisah Bisa Dapat Perak

Baca juga: Di Balik Viral Pemuda Lombok Nikahi 2 Gadis Sekaligus, Suami kini Justru Biingung

"Webinar ini diharapkan mampu meningkatkan aspek SDM mitra, khususnya pengetahuan dan keterampilan dalam pemasaran berbasis online. Selain itu, juga mampu memanfaatkan peluang untuk pengembangan usaha, melalui akses permodalan yang tepat," katanya.

Kegiatan ini juga merupakan wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian. Yakni membantu pemerintah dalam gerakan gotong royong menghadapi pandemi Covid-19 khususnya di bidang ekonomi.

Seperti diketahui, Inkubator Unit Bisnis LPPM Unnes bertujuan menjadi inkubator berwawasan konservasi. Fokus pada produk pangan dalam bidang rekayasa keteknikan yang unggul di Jateng.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved