Breaking News:

Berita Kendal

DKP Kendal Anjurkan Nelayan Pakai Solan Non-Subsidi: Kuota Solar Subsidi Terbatas

DKP Kendal memastikan kuota Solar yang disubsidi pemerintah untuk para nelayan masih terbatas.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Warga mengisi solar ke dalam jeriken di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kota Kendal, Kamis (5/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal memastikan masalah yang dialami para nelayan di Kendal bukan karena langkanya stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar.

Akan tetapi, kuota Solar yang disubsidi pemerintah untuk para nelayan masih terbatas, sehingga sisa kuota subsidi yang ada ditekan agar cukup sampai akhir 2021.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, pada 2021 ini nelayan Kendal hanya dijatah 7.150 kiloliter (Kl) Solar subsidi oleh pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Menurut dia, jumlah itu terhitung hanya sebesar 65 persen dari kebutuhan Solar nelayan Kendal yang mencapai 11.400 Kl selama 1 tahun.

"Jadi, sebenarnya kami sudah ajukan kebutuhan Solar nelayan di Kendal yang mencapai 11.400 Kl per tahunnya. Jatahnya hanya dapat 7.150 Kl. Sebenarnya ini sudah ada peningkatan dari alokasi 2020 lalu sekitar 6.000 Kl," katanya, Jumat (6/8).

Hudi menuturkan, keterbatasan alokasi itu mengharuskan DKP menekan penyaluran sisa Solar subsidi mulai Agustus ini, agar bisa tersalurkan sampai Desember 2021, meskipun penyaluran sepanjang Januari-Juli dilakukan dengan kuota maksimal untuk setiap nelayan.

"Penyaluran Solar subsidi ini oleh Pertamina. Masalahnya, nelayan dapat jatah dari 50 liter turun jadi 20 liter, karena kami usahakan agar sisa Solar subsidi yang ada bisa sampai akhir tahun. Karena jika dihitung, kuota Solar subsidi nelayan diperkirakan habis pada September nanti jika penyaluran maksimal, sisanya (Oktober-Desember-Red) nelayan tidak dapat jatah subsidi," jelasnya.

Hudi menyatakan, pihaknya saat ini tidak bisa mengajukan tambahan kuota Solar subsidi kepada pemerintah pusat.

Akan tetapi, DKP Kendal akan tetap mengusulkan tambahan kuota 11.400 Kl Solar subsidi bagi nelayan Kendal untuk 2022.

Dengan harapan, kebutuhan pokok para nelayan untuk berlayar bisa terbantu dengan lebih optimal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved