Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mom N Kid

Awas, Ancaman Obesitas Mengintai Anak Penggemar Junk Food

Junk food biasanya memiliki karakteristik sebagai makanan dengan bentuk dan warna yang menarik.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
Dokumentasi Pribadi
dr Domiko Widyanto SpA, Dokter Spesialis Anak 

Arti ketagihan ini sendiri adalah membuat anak jadi lebih suka.

Bukan ketagihan karena adanya zat adiktif.

Namun, junk food ini dapat membuat kecenderungan anak jadi lebih suka.

Anak bisa lebih suka junk food daripada makanan-makanan yang dimasak oranguanya.

Sebetulnya, junk food ini harus dihindari dari anak.

Orang tua, kalau bisa, tidak perlu mengenalkan junk food kepada anaknya.

Tidak ada ukuran pasti mengenai seberapa boleh junk food dikonsumsi anak.

Sebab, dalam sejumlah riset, mengonsumsi junk food seminggu sekali pun dapat memicu risiko.

Waktu seminggu tidak bisa dijadikan acuan.

Sejauh ini memang tidak ada patokannya.

Namun jika mengacu pada subtansinya, mungkin lebih baik dihindari.

Kalaupun sudah terlanjur, orangtua harus mengurangi frekuensi anak dalam mengonsumsi junk food.

Yang jelas tak ada patokannya, namun bisa dikurangi menjadi dua minggu sekali.

Selain dikurangi, asupan anak pun wajib diimbangi dengan gizi lain kalau sudah terlanjur mengenal junk food.

Misalkan, diimbangi dengan memakan sayuran dan buah-buahan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved