Mom N Kid
Awas, Ancaman Obesitas Mengintai Anak Penggemar Junk Food
Junk food biasanya memiliki karakteristik sebagai makanan dengan bentuk dan warna yang menarik.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
Oleh karena junk food tinggi kalori namun rendah gizi, maka harus di-back up dengan makanan-makanan seperti sayuran dan buah-buahan.
Junk food harus dihindari karena banyak dampak buruk yang mengintai.
Bahaya jangka pendeknya adalah pertama, dapat menyebabkan gigi rentan rusak karena kandungan gula yang tinggi pada junk food.
Kedua, dapat memicu malnutrisi lantaran minimnya gizi pada junk food. Ketiga, memicu badan anak mengalami kegemukan, bahkan obesitas.
Sebab, jumlah kalori pada junk food melebihi batas kebutuhan wajar anak.
Apalagi kandungan lemak di junk food sendiri sebagian besar didominasi lemak jahat, bukan lemak sehat.
Lalu bahaya jangka panjang yang mengintai adalah dapat memicu penyakit diabetes.
Pemberian makanan dengan kandungan gula yang tinggi secara terus menerus dapat menyebabkan beban pada pankreas.
Jika terjadi terus menurus, maka suatu saat bisa menjadi penyakit diabetes.
Apabila sudah terjadi diabetes, maka seluruh bagian tubuh pun akan terganggu.
Misalnya, fungsi ginjal jadi terganggu.
Berakibat gagal ginjal.
Berikutnya adalah dapat memicu penyakit hipertensi atau darah tinggi yang disebabkan kebiasaan mengonsumi makanan dengan kadar natrium tinggi.
Lalu terakhir, bisa juga mengakibatkan stroke.
Oleh karena itu, sebisa mungkin orangtua jangan mengenalkan junk food pada anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dr-domiko-widyanto-spa-dokter-spesialis-anak.jpg)