Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Diduga Makanannya Sering Ditaburi Sperma Oknum Dokter, Kondisi Wanita di Semarang Ini Menyedihkan

Korban ingin tahu kenapa makanannya sering berubah bentuk dan penutup makanan berubah posisi

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
SHUTTERSTOCK/Nishihama
Ilustrasi makanan 

Ia menambahkan, sejak kasus tersebut mencuat, korban dan suaminya meninggalkan rumah kontrakan tersebut. 

Mereka lantas melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. 

Selama kasus itu berlangsung,korban dan suaminya telah didatangi oknum berpakaian polisi yang mengaku sebagai keluarga dari pelaku. 

Oknum berpakaian polisi telah dua kali menemui korban dan suami. 

"Korban dan suami diminta cabut laporan. 

Tapi kasus ini tetap lanjut terus," ungkapnya. 

Sementara itu, korban telah mendapatkan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berupa layanan pemenuhan hak prosedural, bantuan medis, rehabilitasi psikologis, dan fasilitasi restitusi.

Berdasarkan hal tersebut korban dan pendamping menuntut Polda Jawa Tengah harus segera mempercepat proses penanganan kasus dengan berkeadilan gender demi kebaikan korban. 

Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah harus memastikan proses pemeriksaan yang adil gender dan menjalankan Peraturan Kejaksaan Tinggi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Akses Keadilan Bagi Perempuan dan Anak dalam Penanganan Perkara Pidana. 

Termasuk memastikan Jaksa yang menangani agar memasukkan tuntutan maksimal dan memasukkan restitusi ke dalam tuntutan. 

"Kami harap Kejati mempercepat proses penanganan kasus agar segera P21 dan lekas disidangkan," katanya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved