Breaking News:

Berita Pati

Para Calon Pengantin di Pati Akan Diwajibkan Tes HIV/AIDS, Pemkab Tengah Siapkan Perbup

Pemkab Pati berencana menetapkan regulasi untuk melakukan tes HIV/AIDS pada calon pengantin.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Rapat Koordinasi Penguatan Kebijakan Pencegahan Penularan HIV/AIDS di usia produktif pada calon pengantin di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (15/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berencana menetapkan regulasi untuk melakukan tes Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immunodeficiency Syndrom (AIDS) pada calon pengantin.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penguatan Kebijakan Pencegahan Penularan HIV/AIDS di usia produktif pada calon pengantin, Rabu (15/9/2021).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Haryanto di Pendopo Kabupaten Pati.

Haryanto mengatakan, selama ini pemeriksaan HIV/AIDS terhadap calon pengantin di Pati baru dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Batangan dan Cluwak.

Baca juga: Ardy Difabel Batang yang Mahir Coding Mendapat Project Aplikasi Streaming dari Diskominfo

Baca juga: Pesan Bupati Kudus Hartopo ke Peserta Seleksi PPPK Guru: Semangat Ya

Baca juga: KPU Batang Ajukan Rp 80 Miliar untuk Pilkada Serentak 2024, Sistem Akan Dicicil 2 Tahun Anggaran

Karena itu pihaknya akan menyiapkan regulasi agar pemeriksaan ini dilakukan di seluruh kecamatan yang ada.

“Kami siapkan regulasi berupa Perbup (Peraturan Bupati), sebagai tindak lanjut dari Perda HIV yang sudah ada. Pada dasarnya kami hendak melakukan cek dan ricek dari awal, sebagai antisipasi penularan,” kata Haryanto.

Dia menyadari, kebijakan ini berpotensi menimbulkan pro-kontra. Sebab memungkinkan adanya dampak sosial tertentu. Misalnya, ketika calon mempelai dites dan terdeteksi positif AIDS, boleh jadi justru mereka membatalkan pernikahan.

Namun, Haryanto menegaskan bahwa terkait HIV/AIDS ini memang harus ada keterbukaan di antara calon pengantin. Tujuannya supaya menghindari penularan pada pasangan dan keturunan.

“Dulu juga pernah ada (penderita AIDS) yang memberi testimoni. Karena dia jujur, akhirnya bisa kami kawal untuk rutin berobat. Akhirnya dia punya anak dan anaknya negatif, tidak tertular,” jelas dia.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Joko Leksono Widodo, mengatakan bahwa deteksi dini HIV bagi calon pengantin memang diperlukan untuk menekan risiko penularan pada anak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved