Breaking News:

Berita Kesehatan

Ki Tepus, Tumbuhan Jahe-jahean Bongsor Kaya Manfaat

Ki Tepus ( Etlingera megalocheilos) sebutan bagi masyarakat Jepara pernah dilaporkan langka oleh Bakhuizen pada tahun 1968.

Editor: galih permadi
Budi Santoso/BKSDA Jateng
Ki Tepus ( Etlingera megalocheilos) sebutan bagi masyarakat Jepara pernah dilaporkan langka oleh Bakhuizen pada tahun 1968. 

TRIBUNJATENG.COM - Ki Tepus ( Etlingera megalocheilos) sebutan bagi masyarakat Jepara pernah dilaporkan langka oleh Bakhuizen pada tahun 1968.

Namun kemudian keberadaannya dilaporkan telah meningkat dan statusnya pada tahun 2016 berubah menjadi least concern (LC).

Keluarga Zingiberaceae yang bongsor ini tersebar secara umum di sundaland, yaitu Malaysia, Singapore, Sumatra, jawa dan Kalimantan.

Namun pada tahun 2018 peneliti LIPI mencatat kehadirannya di CA Pangi Binagga, Sulawesi Tengah. Kehadiran tersebut menandakan bahwa sebenarnya spesies ini telah melewati perjuangan dalam distribusinya.

Kemampuannya beradaptasi pada rentang iklim yang luas terbukti cukup baik, sehingga spesies ini mampu beradaptasi pada lingkungan yang berbeda.

Peran para pihak yang membantu tersebarnya spesies ini tentu sangat beragam, bisa dari hewan maupun manusia bahkan angin pun.

Sebagaimana keluarga zingiberaceae lainnya spesies ini juga memunyai manfaat herbal. Masyarakat lokal mencatat tumbuhan ini mempunyai kegunaan secara turun menurun.

Ki Tepus ( Etlingera megalocheilos) sebutan bagi masyarakat Jepara pernah dilaporkan langka oleh Bakhuizen pada tahun 1968.
Ki Tepus ( Etlingera megalocheilos) sebutan bagi masyarakat Jepara pernah dilaporkan langka oleh Bakhuizen pada tahun 1968. (Budi Santoso/BKSDA Jateng)

Manfaat
Ki Tepus, tumbuhan dari genus Etlingera memiliki kegunaan tradisional dan komersial yang beragam.

Dibandingkan dengan jahe-jahean lainnya, spesies Etlingera sebagian besar dapat dimakan, tetapi E. elatior (Jack) R.M. Sm atau Kecombrang mungkin satu-satunya Etlingera yang diketahui banyak dikonsumsi, terutama di Indonesia, Thailand dan Malaysia.

Aktivitas antibakteri minyak atsiri dievaluasi terhadap empat strain bakteri klinis, Staphylococcus aureus, Staphylococcus sp., Streptococcus pyrogenes dan Salmonella enteritidis , menunjukan bahwa Ki Tepus menunjukkan kemampuan menghambat keempat bakteri yang diuji dengan nilai MIC (Minimum Inhibiting Concentration) kurang dari 10 g/mL.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved