Breaking News:

Berita Kesehatan

Ki Tepus, Tumbuhan Jahe-jahean Bongsor Kaya Manfaat

Ki Tepus ( Etlingera megalocheilos) sebutan bagi masyarakat Jepara pernah dilaporkan langka oleh Bakhuizen pada tahun 1968.

Editor: galih permadi
Budi Santoso/BKSDA Jateng
Ki Tepus ( Etlingera megalocheilos) sebutan bagi masyarakat Jepara pernah dilaporkan langka oleh Bakhuizen pada tahun 1968. 

Data antibakteri ini melengkapi laporan praktisi tradisional yang menggunakan minyak E. megaloceilos dan E. coccinea sebagai pembersih luka dan obat untuk infeksi telinga.

Infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada kulit bisa menyebabkan bisul, impetigo, selulitis, dan staphylcoccal scalded skin syndrome (SSSS).

Biasanya infeksi bakteri ini pada kulit ditandai dengan kemerahan, bengkak, nyeri, dan adanya nanah pada luka.

Streptococcus pyogenes adalah penyebab banyak penyakit penting pada manusia yang berkisar dari infeksi kulit permukaan yang ringan hingga penyakit sistemik yang mengancam hidup.

Infeksi khasnya bermula di tenggorokan atau kulit.

Infeksi ringan Streptococcus pyogenes termasuk faringitis ("radang kerongkongan") dan infeksi kulit setempat (impetigo).

Erisipelas dan selulitis dicirikan oleh perbiakan dan penyebaran samping Streptococcus pyogenes di lapisan dalam kulit.

Serangan dan perbiakan Streptococcus pyogenes di fasia dapat menimbulkan fasitis nekrosis, keadaan yang besar kemungkinan mengancam hidup yang memerlukan penanganan bedah.

Sementara itu Salmonela enteritidis menyebabkan gastroenteritis, dengan diare sebagai salah satu gejala khasnya.

Morfologi
Herba, tumbuh berkelompok, tinggi dapat mencapai 8 m (leafy shoots). Rimpang panjang 1,5-25 cm. sedikit terbenam di tanah, berdiameter > 2 cm, berwarna krem coklat pucat, berbuku dengan jarak 6 cm.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved