Breaking News:

Berita Regional

Polisi Berpangkat Komisaris Besar Disebut Sering Memeras Pemborong Proyek

Seorang istri pemborong asal Surabaya menuding seorang perwira menengah polisi sering memeras suaminya.

Editor: rival al manaf
Tribunnews.com
Ilustrasi oknum polisi 

“Jadi gini, ini panjang ceritanya, ini mungkin bukan dari anu (GT), tapi saya tahu ini dari S.

S lagi permasalahkan saya Praperadilan.

Jadi ini ada kaitannya dengan S mungkin mau mempermalukan saya,” ucapnya.

Menurut SH terkait kasus itu, ia juga telah dilaporkan hingga ke Mabes Polri.

“Perkara (penipuan) itu kan kita juga dilaporkan ke Mabes, di mana-mana. Tidak ada masalah itu hak dia."

"Bahkan polisi ini, kita ini kan ke depan sudah transparansi dan seterusnya, sehingga dari Mabes pun datang untuk melakukan klarifikasi, silahkan, tidak ada masalah,” jelasnya.

SH mengaku, pihaknya profesional dalam menangani perkara yang diadukan masyarakat.

Bahkan pihaknya juga kooperatif jika diadukan ke Mabes Polri.

Terkait tudingan GT, SH membenarkan jika almarhum suaminya pernah melaporkan masalah itu ke Polda Maluku.

“Termasuk yang tadi ditanyakan yang suaminya meninggal itu, dulu dia juga melaporkan masalah-masalah dia di sini."

"Kita sudah tangani bagus, hubungan baik,” jelasnya.

Suami GT tersebut juga dilaporkan oleh pengusaha lainnya.

Dalam laporan yang diterima, almarhum suami GT disebut belum melunasi uang sebesar kurang lebih Rp 6 miliar.

Almarhum AY  dilaporkan oleh seorang pengusaha lain terkait lampu jalan yang dipinjamnya.

“Dia juga dilaporkan oleh pengusaha yang diambil lampunya itu."

"Dia tidak bayar sampai Rp 6 miliar, ada yang 1 miliar lebih, waktu Covid itu. Jadi laporannya ada di kita, kita proses,” katanya.

Menurutnya, saat laporan masyarakat terhadap almarhum AY diproses, mereka tidak terima.

Padahal ada pengaduan dari massyarakat dan itu bukan dibuat-buat oleh polisi untuk mencari kesalahan almarhum.

“Tidak mau diproses oleh kita. Sehingga dia mengadukan kita macam-macam tadi. Jadi orang ini kan dia tidak mau diperkarakan, padahal ada laporan masyarakat, ini ada pengaduan masyarakat bukan kita mencari cari masalah orang lain, ada dua, bahkan banyak si AY ini, nah termasuk istrinya ini juga dilaporkan, kita proses,” ungkapnya.

Di tengah penanganan perkara, SH mengaku pihaknya mendapatkan informasi kalau AY meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di Jakarta.

DPRD Kota Tegal Setujui Raperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan Jadi Perda

Baca juga: Puisi Jika Cinta Lahir dari Mata - Rabu Pagisyahbana

Baca juga: Puisi Jika Cinta Lahir dari Mata - Rabu Pagisyahbana

“Masalah nanti dia ngomong macam-macam ya silahkan dibuktikan. Tapi yang jelas mereka ini tersangka semua di kita.

Termasuk S ini juga tersangka. Tapi kita diadukan ke mana-mana, silahkan, tidak masalah, boleh-boleh saja,” kata dia.

Kombes SH mengaku pihaknya dilaporkan ke Mabes Polri oleh GT dan S, dua tersangka kasus dugaan penipuan tersebut.

“Tapi ingat kita harus taat hukum, kalau kamu lapor saya ke Mabes Polri, saya pun taat, dilaporkan gugatan praperadilan pun kita ikuti, tapi dia diadukan masyarakat, kita proses sidik di Polda, dia harus taat juga dong, jangan kemudian dia seolah-olah yang paling benar,” tambahnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Istri Seorang Pengusaha Sebut Suaminya Kerap Diperas Pejabat Polda Maluku"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved