Breaking News:

Berita Pati

Hindari Kerumunan, BKPP Pati Terapkan Mekanisme Check-In Peduli Lindungi

Hingga saat ini, pemerintah masih berupaya mengendalikan persebaran Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat publik.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: moh anhar
Rizki Hermanu
Sekretaris BKPP Pati Rizki Hermanu menunjukkan cara kerja aplikasi Peduli Lindungi di instansinya, Rabu (3/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Hingga saat ini, pemerintah masih berupaya mengendalikan persebaran Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat publik.

Upaya kontrol terhadap penerapan prokes, terutama terkait pembatasan kerumunan, antara lain terbantu dengan adanya aplikasi Peduli Lindungi.

Aplikasi ini juga digunakan di instansi-instansi pemerintahan di Pati, tak terkecuali Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Pati.

Baca juga: Kecewanya Yakob saat Bungkusan yang Ia Bawa Dibuka Teller Bank, Isinya Tak Sesuai Janji Dukun

Baca juga: Artis Hanna Kirana Meninggal karena Gagal Jantung, Ini Gejala Gagal Jantung yang Paling Sering

Baca juga: Kakek Sedang Asyik Main TikTok Dipukul Hingga Tak Sadar, Bangun-bangun Motor dan Ponselnya Hilang

"Saat ini, pada masa pandemi, ada salah satu instruksi bupati yang mengamanatkan bahwa untuk memasuki ruang publik, termasuk instansi pemerintah, harus menyediakan aplikasi Peduli Lindungi. Kami sendiri sudah menerapkan sejak 17 Oktober lalu," ujar Sekretaris BKPP Pati Rizki Hermanu saat ditemui di kantornya, Rabu (3/11/2021).

Pria yang akrab disapa Nanu ini mengatakan, masyarakat atau pegawai yang hendak masuk ke area Kantor BKPP harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Peduli Lindungi di ponsel masing-masing.

Kemudian melakukan check ini dengan cara memindai barcode yang dipasang di depan pintu masuk.

Dari hasil pindai barcode tersebut, akan diketahui berapa orang yang ada di dalam gedung.

Jika sudah penuh berdasarkan kapasitas maksimal, maka yang bersangkutan harus menunggu di luar terlebih dahulu, sampai jumlah orang dalam gedung berkurang.

"Hal ini untuk membatasi tingkat keramaian. Di sini maksimal pengunjung kami batasi 100 orang. Kalau terlalu banyak bisa mengantre di luar untuk layanan kepegawaian," ujar Nanu.

Ia menambahkan, melalui mekanisme check in tersebut, status vaksinasi pengunjung juga bisa diketahui.

Baca juga: 4 Ribu Dosis AstraZeneca di Kudus Kedaluwarsa, Bupati Hartopo Tunggu Arahan Kemenkes dan BPOM

Baca juga: Bupati Dian Minta Duta Wisata Jepara Pertahankan Kepribadian Orang Timur

Baca juga: Bupati Kudus HM Hartopo Sebut Sejarah Tak Lagi Diminati

"Jadi kita juga bisa mengecek masyarakat dan pegawai yang masuk apakah sudah vaksin atau belum," ujar dia.

Nanu menegaskan, penerapan Peduli Lindungi ini semata-mata demi mendukung kebijakan pemerintah terkait protokol kesehatan. Terutama untuk untuk menghindari kerumunan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved