Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilpres 2024

PDIP Tak Takut Ganjar Diserobot, Sebut Golkar Hanya Cek Ombak

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno menanggapi santai pernyataan petinggi Golkar

Tayang:
Humas Pemprov Jateng
Ganjar Pranowo dan FX Hadi Rudyatmo melihat foto adu bathuk. 

"Pak Airlangga tidak mungkin maju sendiri pasti ada wakil, karena ada aspirasi Mazdjo, di tempatnya tidak ada tempat ini ada rumah baru, tapi ketika kita masuk dalam sebuah rumah yang baru tidak cuma kontrak, jangan jadi pemilik. Bersama-sama dulu baru jadi pemilik," lanjut Nurdin.

Menyikapi pernyataan Nurdin itu, Mazdjo Pray mengatakan bahwa pencalonan Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai presiden pada 2024 tidak harus dari PDI Perjuangan.

"Sekali lagi kalau didukung PDIP tepat analisis kami sejak awal. Tapi kalau tidak didukung pun saya pikir partai lain misal tadi meski disampaikan secara guyonan ya tapi oke-oke sajalah," ujar Ketua Kornas Ganjarist itu.

Kornas Ganjarist sendiri saat ini masih berfokus memperkenalkan Ganjar kepada publik. Mereka berharap dengan begitu, Ganjar memiliki peluang untuk dicalonkan sebagai capres.

"Begitu keterkenalan tinggi, dengan sistem Pemilu sekarang ini sudah banyak partai yang mau. partai yang mencalonkan banyak karena perlu figur," kata Mazdjo.

Adapun pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai, bahwa apa yang disampaikan Nurdin Halid merupakan peryataan pribadi bukan mewakili Golkar.

Namun, Ujang menilai duet Airlangga-Ganjar bisa saja cocok jika dipasangkan di Pilpres 2024. "Itu pernyataan pribadi Nurdin Halid, Tidak mewakili Golkar. Namun pernyataan tersebut bisa saja klop (cocok) jika Ganjar ditarik jadi cawapres. Karena jika jadi capres dari Golkar kan sudah ada Airlangga," kata Ujang saat dihubungi Tribunnews, Jumat (12/11).

Meski begitu, Ujang menyebut jika Ganjar yang dicapreskan oleh Golkar, maka hal tersenut merupakan langkah konyol. "Jadi jika masuk Golkar, mungkin tempatnya jadi cawapresnya Airlangga. Dan wacana itu sah saja dan bagus-bagus saja. Semua ini kan masih serba kemungkinan," tambah Ujang.

Ujang pun menyebut, seandainya Ganjar jadi merapat ke Partai Golkar dan menjadi cawapresnya Airlangga, hal itu akan menjadi menarik. Pasalnya, Ganjar yang kader PDIP yang juga memiliki elektabilitas lumayan, meski tak didukung partainya sendiri.

"Bisa saja jika PDIP tak mencalonkan Ganjar di Pilpres, maka Golkar siap tampung tuk jadi cawapresnya Airlangga. Karena jika tak ditampung, maka Ganjar bisa gagal ikut kontestasi Pilpres 2024 nanti," ujar Ujang.

Namun demikian, Ujang mengatakan apa yang disampaikan Nurdin Halid bisa saja hanya untuk membesarkan hati Ganjar. "Namanya politik. Bisa sungguhan. Bisa juga cuma olah-olahan saja," jelasnya.(tribun network/mam/den/yud/dod)

Baca juga: Lindungi Budaya Tradisional, Kemenkumham Jateng Dorong Pemerintah Daerah Daftarkan Folklore

Baca juga: Resign Kerja Sri Paryati Kini Sukses Bisnis Tahu Bakso Berkah, Isiannya Lebih Mlenuk

Baca juga: Mie Goreng Best Wok yang Tasyi Athasia Sebut Terenak Ternyata Asal Sidoarjo, Belinya Sampai Antri

Baca juga: OPINI Mahendra : Membentuk Korporasi Petani

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved