Breaking News:

Berita Semarang

PPKM Level 3 Batal, Hendi Akan Tetap Terapkan Pengetatan di Semarang

Pemerintah pusat membatalkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 selama Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru).

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah pusat membatalkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 selama Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru) pada semua wilayah. 

Menanggapi hal itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, akan melaksanakan apapun kebijakan pemerintah pusat.

Dalam menentukan kebijakan, pemerintah pusat pasti sudah memiliki pertimbangan panjang yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Chord Kunci Gitar Lagu Tenang Yura Yunita, Dialog Dini Hari Kepada Diriku Sendiri

Baca juga: Sinopsis Lengkap Drakor Whats Wrong with Secretary Kim Episode 1-16 Park Seo Joon dan Park Min Young

Baca juga: Heboh! ABG Tewas Ketakutan Saat Nekat Masuk Rumah Hantu, Sempat Pingsan Sebelum Meninggal Dunia


Menurutnya, pemerintah memiliki hierarki organisasi dari tingkat pusat, provinsi, kota, kecamatan, hingga kelurahan. Maka, apapun yang menjadi kebijakan pemerintah pusat tentu akan dilaksanakan. 


"Pemerintah pusat menerapkan PPKM level 3 atau tidak, buat kami tinggal melaksanakan saja. Begitu ditunda PPKM level 3, kami siap melaksanakan termasuk dengan skenario pembatasan berkegiatannya," papar Hendi, sapaannya, Rabu (8/12/2021). 


Meski tidak ada PPKM Level 3, Hendi mengatakan, Pemerintah Kota Semarang akan tetap melakukan pembatasan pada beberapa sektor kegiatan guna meminimalisir penyebaran Covid-19 selama Nataru. 


Saat ini, Kota Semarang masih menerapkan PPKM Level 1. Ada pembatasan dalam PPKM level 1 tapi lebih longgar. Pada moment Nataru, pihaknya akan lebih memperketat pembatasan mulai 24 Desember untuk meminimalisir penularan Covid-19.


Pembatasan tidak sampai harus menutup semua sektor. Masyarakat tetap boleh berkegiatan. Ibadah natal juga diperbolehkan. Pembatasan lebih menekankan pada perayaan tahun baru. Misalnya, pembatasan pengunjung dan penggunaan aplikasi Pedulilindungi. Aturan secara detail akan dituangkan dalam peraturan wali kota (perwal).


"Nanti akan kami keluarkan surat walikota untuk atur pembatasan itu. Kemarin, kami belum mengeluarkan perwal terkait Inmendagri keharusan menerapkan PPKM level 3. Jadi, buat saya tidak ada masalah. Kami akan mengatur H-1 atau H-2 sebelum Nataru," terangnya. 


Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, mobilitas masyarakat usia produktif menjadi perhatian saat perayaan Nataru.

Hal ini mengingat kasus Covid-19 pada usia produktif cukup mendominasi.

Masyarakat yang sudah divaksin kemudian terpapar Covid-19 sebagian besar merupakan usia produktif. Itu bisa jadi lantaran mobilitas mereka cukup tinggi. Di samping itu, protokol kesehatan bisa jadi kurang diperhatikan.

Baca juga: Pemuda Mencuri Susu untuk Keponakan Akhirnya Bebas, Korban Sempat Enggan Ketika Dimediasi

Baca juga: Ukraina Rusia di Ambang Peperangan, Ini Kondi Terbarunya

Baca juga: ASN di Kudus Tetap Tak Boleh Cuti Meski Pemerintah Batal Berlakukan PPKM Level 3


"Usia produktif yang sudah divaksin dan terpapar lumayan banyak. Makanya, ini menjadi fokus saat nataru," paparnya. 


Melalui tim promotor kesehatan, Dinkes terus melakukan edukasi protokol kesehatan. Tim menyasar ke seluruh tempat umum pada akhir pekan, terutama tempat wisata. Pada Nataru nanti, tim juga akan terus bergerak melakukan edukasi. Testing atau random sampling deteksi dini Covid-19 akan ditingkatkan untuk menjaga Kota Semarang. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved