Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Harga Bawang Merah Anjlog, Petani Kendal Siasati Hasil Panen untuk Bibit Tahun Depan

Di penghujung 2021, petani bawang merah di Kabupaten Kendal kelimpungan karena harga bawang merah anjlog di bawah Rp 10.000 per kilogram.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Petani bawang merah di Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kendal sedang menjemur hasil penen untuk bibit musim tanam selanjutnya, Jumat (10/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Di penghujung 2021, petani bawang merah di Kabupaten Kendal kelimpungan karena harga bawang merah anjlog di bawah Rp 10.000 per kilogram.

Kini, bawang merah basah di tingkat petani hanya dihargai Rp 8.000 - Rp 9.000 per kilogram. 

Meskipun dengan kualitas bagus dan besar. 

Seorang petani bawang merah, Muhti mengatakan, hasil panen bawang merah di Kabupaten Kendal kali ini cukup bagus. 

Baca juga: Buntut Perkelahian di 87 King Coffee, Pemilik Kafe Dipanggil Polisi dan Buat Surat Pernyataan

Baca juga: Polemik Video Desa Wisata Dieng Kulon Peraih Penghargaan, Pokdarwis: Video Itu Bukan kami yang Buat

Baca juga: Vaksinasi untuk Usia Anak SD Dimulai 24 Desember, Gubernur Jateng Ganjar: Ini Kabar Bagus

Rata-rata bisa panen bawang merah kualitas super jika dipanen cukup umur.

Akan tetapi, harga bawang merah saat ini tidak mendukung perekonomian petani.

Sebagian memilih pasrah dengan tetap menjual hasil panen, sebagian lagi menggunakan hasil panen untuk bibit tanaman di masa yang akan datang.

"Hasil bawangnya bagus, namun ya itu harganya anjlog. Hanya di angka Rp 8.000 - Rp 9.000 per kilogram," terangnya, Jumat (10/12/2021).

Ia berharap, pemerintah bisa memberikan solusi atas siklus anjlognya harga barang merah setiap panen raya. 

Minimal menambah stok pupuk subsidi untuk meringankan biaya produksi.

Petani lain, Supriyadi menambahkan, separo dari hasil penennya dibuat bibit bawang merah untuk musim tanam pada Februari mendatang.

Sisanya tetap ia jual untuk ongkos musim tanam lanjutan.

Supriyadi tidak mau menjual semua hasil panen bawang merahnya dengan harga jauh dari harapan.

Katanya, harga jual di bawah Rp 10.000 tetap akan membuat petani merugi.

Belum lagi, petani harus membeli bibit bawang merah untuk tanam di musim setelahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved