Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Manfaat Tumbuhan Wuni Mengobati Tekanan Darah Tinggi Hingga Luka Luar

Di Jawa dan Sunda, tumbuhan ini dinamai tumbuhan wuni, di Sulawesi dinamai Bune atau Tedong, di Melayu dinamai Buni, dan di Madura dinamai Burneh

Editor: galih permadi
Budi Santoso/BKSDA Jateng
Buah Wuni 

Buah wuni berbentuk bulat kecil, berukuran maksimal 1 cm, dan tersusun membentuk seperti tandan di satu tangkai panjang.

Buah wuni yang masih muda berwarna hijau, ketika sudah matang akan berair dan berwarna merah hingga kebiruan.

Buah wuni memiliki biji yang ukurannya lebih kecil lagi di dalamnya. Biji buah berwarna keputihan ((Lembaga Biologi Nasional (1977) dan Almaidah (2018)).

Kandungan fitokimia
Tumbuhan Wuni mengandung beberapa senyawa di bagian-bagian tumbuhannya.

Senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid ditemukan di bagian daun dan kulit batangnya.

Selain itu, saponin dan tanin juga dapat ditemui di bagian akarnya.

Bagian buahnya yang berwarna merah menarik ini, walauoun rasanya sedikit masam, mengandung antosianin, flavonoid, dan assam fenolat (Indrawati & Rizki, 2017).

Ekologi
Tumbuhan Wuni memiliki toleransi terhadap kekeringan, tetapi juga dapat hidup di daerah yang lembab oleh karena itu, tumbuhan ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi.

Tumbuhan ini dapat tumbuh di ketinggian hingga 1800 m dpl di daerah tropik.

Tanah aluvial, tanah liat, tanah vulkanik, kapur, dan tanah bekas pembakaran merupakan jenis tanah yang dapat ditanami tumbuhan wuni (Almaidah, 2018).

Sebaran
Tumbuhan Wuni tersebar di wilayah Asia Selatan, Asia Tenggara hingga bagian utara dari Australia (Rindyastuti & Hapsari, 2017). Srilanka, India Selatan, Hilmalaya Timur, Thailand, Myanmar, Cina Selatan, Indo Cina, dan Pulau Banggi di Malaysia, merupakan tempat-tempat dapat ditemukannya tumbuhan wuni ini.

Di Indonesia, terutama di Jawa, tumbuhan ini dapat ditemukan dengan lebih mudah karena dibudidayakan secara luas (Almaidah, 2018). Antidesma bunius (L.) Spreng. atau wuni dapat ditemukan di seluruh cagar alam di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Pati Barat, yaitu Cagar Alam (CA) Keling I abc, CA Keling II/III, CA Kembang, dan CA Gunung Celering di Kabupaten Jepara.

Penulis

Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala KPHK Pati Barat

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved