Berita Jateng

R Wanita yang Ngaku Dirudapaksa di Bandungan Bebas Keluar Masuk Kamar Beli Cilok

Kemudian, daripada kliennya bersama R menunggu di Polres, keduanya sepakat, berkeliling daerah setempat. Karena mereka berdua lelah, akhir menuju ke B

TribunSolo.com/Tri Widodo
R menunjukkan surat aduan pelanggaran etik oknum anggota Polres Boyolali, Senin (17/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Kebohongan seorang wanita berinisial R warga Simo Boyolali  yang mengaku diperkosa di Bandungan semakin terkuak.

Lelaki yang dituding memperkosa R warga Simo Boyolali di hotel Bandungan Kabupaten Semarang buka suara.

Lelaki  berinisial GWS tersebut melakukan persetubuhan dengan R atas dasar suka sama suka.

Baca juga: Wanita yang Lapor Jadi Korban Rudapaksa dan Diejek Polisi Boyolali Ternyata Berbohong

Baca juga: Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond Dimutasi Ke Mabes Polri, Diganti Kapolres Magelang Kota

Baca juga: Polisi Ungkap Sosok SH, Suami Wanita yang Ngaku Dirudapaksa tapi Ternyata Bohong: Bos Judi Boyolali

Baca juga: Fakta Baru R Perempuan Boyolali Mengaku Dirudapaksa Polisi di Bandungan: Ternyata Mengarang Cerita

Hal tersebut diutarakan oleh penasihat hukum GWS, Tukinu saat dihubungi Tribun Jateng, Rabu (26/1/2022).

Tukinu menjelaskan antara kliennya dengan R maupun suaminya telah saling kenal.

Sebab selama ini suami R dikenal sebagai penjual minuman keras dan kliennya menjadi konsumennya.

"Selain itu sering bermain judi bersama di rumah beliau (R).  Rumah klien saya dengan R berjarak 4 kilometer," tuturnya.

Lanjutnya, karena mendengar suami R terkena perkara 303 KUHP (perjudian), kliennya tersebut bermaksud memfasilitasi dan membantu ketemu suaminya serta penyidik di Polres Boyolali

"Waktu itu karena masih pagi, di Polres kebetulan masih apel," tutur dia. 

Kemudian, daripada kliennya bersama R menunggu di Polres, keduanya sepakat, berkeliling daerah setempat. Karena mereka berdua lelah, akhirnya menuju ke Bandungan.

"Akhirnya, di Bandungan mereka melakukan hubungan seperti itu. Tapi setelah itu klien saya tertidur selama 20 menit, dia (R) sudah pulang naik ojek," ujarnya.

Tukinu membantah tudingan R terhadap kliennya yang menyebutkan diajak oknum Polisi, diancam menggunakan pisau, dan dijambak rambutnya.

Dia menegaskan bahwa saat di hotel yang membawa kunci pintu kamar adalah R.

"Saat itu R diberi leluasa keluar masuk kamar untuk membeli cilok. Nah setelah hubungan itu klien saya tertidur dia (R) pulang naik ojek," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved