Produsen Tempe Kendal Mumet, Harga Kedelai Impor Naik
Di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Kendal, satu kilogram kedelai impor kini dibandrol Rp 11.000, naik Rp 500 dari harga sebelumnya Rp 10.500.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Jika harga kedelai impor terus merangkak naik, bakal mempersulit perajin.
"Berat sekali masalah harga (kedelai) itu, terlalu tinggi buat UMKM seperti kami," jelasnya.
Seorang pemilik warung makan, Siti Halimah mengatakan, harga tempe dan tahu di pasaran masih dengan harga yang sama, meskipun harga kedelai sampai saat ini tidak mengalami perbaikan.
Sementara, perbatang tempe dibandrol Rp 5.000- Rp 7.000, tergantung besar kecilnya ukuran.
"Saya pribadi berharap, harga tempe dan tahu tidak naik agar bisa dijangkau masyarakat semua kalangan. Tinggal benahi harga kedelainya, agar tidak diikuti kenaikan harga tempe dan tahu," tutur dia. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tempe-makanan-asli-indonesia-berbahan-dasar-kacang-kedelai.jpg)