Berita Nasional
Pemerintah Pakai Anggaran Negara Rp 8,3 M untuk Beli 4 Mobil Mewah, Buat Fasilitasi Tamu Luar Negeri
Selain itu juga tertera keterangan pengadaan dilakukan secara tender dengan menggunakan anggaran APBN 2022
Sehingga nantinya akan mempertimbangkan masukan apabila anggaran yang ada direalokasikan untuk kepentingan yang lebih prioritas/mendesak.
Disebut tak cerdas kelola keuangan negara
Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut pemerintah tak cerdas dalam mengelola keuangan negara di tengah wabah virus corona yang masih melanda Indonesia.
"Pemerintah perlu cerdas menyiasati kondisi keuangan negara. Fokus ke penanganan pandemi," kata Mardani kepada wartawan, pada Selasa, sebagaimana dilansir dari pemberitaan Kompas TV.
Menurut dia, ada banyak cara yang lebih murah dan efisien, sehingga seharusnya tak perlu membeli mobil baru hingga membuang-buang uang hingga miiaran rupiah tersebut.
"Sekarang eranya tidak memiliki. Ada banyak cara yang lebih murah dan mudah," ujarnya.
APBN 2022 masih defisit
Pada 2021 lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, APBN 2022 masih mengalami defisit sebesar Rp 868 triliun.
Defisit ini dipicu oleh penerimaan negara yang lebih kecil dibanding belanja negara.
Tercatat, penerimaan negara tahun 2022 dipatok sebesar Rp 1.846,1 triliun.
Jumlah itu terdiri dari penerimaan perpajakan Rp 1.510 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 335 triliun, dan hibah Rp 0,6 triliun.
Sementara itu, belanja negara tahun depan dipatok tembus Rp 1.714,2 triliun dengan rincian belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.944,5 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp 769,6 triliun.
"Tahun depan kita masih mengalami defisit sebesar 4,85 persen dari PDB atau Rp 868 triliun," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi TKDD 2022 pada 29 November 2021 (Kompas.com)