Kabupaten Semarang

Cerita Sutrisno Tangani Sapi Miliknya yang Terkena PMK di Getasan Semarang, Sebagian Sudah Sembuh

Dokter hewan menyarankan untuk menyemprot disinfektan ke dalam kandang agar penyakitnya terputus dan selalu membersihkan kandang dengan air.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/HANES WALDA MUFTI
Peternak di Getasan Kabupaten Semarang, Sutrisno sedang menjelaskan dan memperlihatkan ciri-ciri sapi yang terkena PMK, Sabtu (4/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, GETASAN – Penyakit mulut dan kuku (PMK) telah menyerang beberapa hewan ternak sapi di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Awal mula kasus PMK di Getasan yakni ada seorang peternak membeli sapi dari daerah Boyolali yang ternyata sapi tersebut suspek PMK dan menyebar ke kandang – kandang di daerah tersebut.

Seperti halnya, peternak sapi di Dusun Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Baca juga: Ini Awal Mula Kasus PMK di Getasan Semarang, Ada Peternak Beli Sapi di Boyolali

Baca juga: 201 Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku di Sragen, 5 Ekor Mati

Baca juga: Bangkai Sapi Limosin Terjangkit PMK Dibuang di Pinggir Alas Roban Batang, Dikerubungi Lalat Belatung

Baca juga: Kandang Komunal Disemprot Disinfektan, Jaga Stok Sapi Lokal Jelang Iduladha di Karanganyar

Peternak sapi di dusun tersebut, Sutrisno mengatakan, sapi ternaknya telah tertular PMK sejak pertengahan Mei 2022.

“Awalnya itu saya membeli sapi dari pasar daerah Boyolali."

"Padahal sudah saya cek tidak ada tanda-tanda sapi tersebut terkena PMK,” kata Sutrisno kepada Tribunjateng.com, Sabtu (4/6/2022).

“Sapi tersebut setelah dibawa ke kandang masih tidak ada tanda-tanda, masih doyan makan dan minum."

"Tetapi setelah itu saya lihat ada darah di kuku, lalu sapi yang besar-besar langsung tertular,” tambahnya.

Ia menjadi peternak sapi sejak 1982.

Sutrisno saat ini memiliki 10 sapi, akibat membeli sapi dari pasar Boyolali, sapi miliknya kini tertular PMK.

“Kemarin itu sapi saya banyak yang langsung tertular PMK, tetapi sekarang sudah ada beberapa yang sembuh,” paparnya.

“Ada 2 yang PMK, 2 lagi yang suspek dan lainnya Alhamdulillah sembuh sekarang,” jelasnya.

Setelah tertular PMK, dia langsung menghubungi dokter hewan dan langsung ditangani.

“Saya itu kemarin menyepelekan penyakit tersebut karena saya pikir sembuhnya cepat, ternyata empat hari sapi saya tidak mau makan,” ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved