Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Kabupaten Pati Makin Seksi Buat Investasi, Triwulan Pertama 2022 Sudah Tercapai Rp 452 Miliar

Realisasi penanaman modal pada triwulan pertama 2022 sudah mencapai Rp 452,42 miliar atau 41,13 persen dari total target sebesar Rp 1,1 triliun.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Bupati Pati Haryanto beserta jajarannya meninjau pabrik PT Sejin Fashion Indonesia di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Rabu (10/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Realisasi investasi di Kabupaten Pati cukup menggembirakan.

Realisasi penanaman modal pada triwulan pertama 2022 sudah mencapai Rp 452,42 miliar atau 41,13 persen dari total target sebesar Rp 1,1 triliun.

Hal itu diungkapkan Kepala DPMPTSP Kabupaten Pati, Riyoso, Rabu (15/6/2022).

Baca juga: Bupati Pati Haryanto Serahkan Bantuan untuk Korban Rob di Banyutowo serta Perbaiki Tanggul Jebol

Baca juga: Pesan Wakil Bupati Pati Kepada Pemuda Desa Koripandriyo: Berbaktilah dan Saling Menguatkan

Baca juga: Cuma 5 Menit Uang Ratusan Juta Terkuras Habis, Korban Warga Pati, Modus Pelaku Salah Beli Pulsa

Baca juga: Tanggapan Kacab BRI Pati, Menyusul Rekening Nasabah Dibobol, 5 Menit Rp 206 Juta Terkuras Habis

“Alhamdulillah di triwulan pertama capaian investasi sudah baik."

"Kami optimistis target besar bisa tercapai nantinya,” kata dia kepada Tribunjateng.com, Rabu (15/6/2022).

Realisasi target penanaman modal terbagi dalam dua jenis.

Yaitu Penanaman Modal Asing (PMA) dengan 12 proyek dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan total 147 proyek.

PMA telah terealisasi sebesar Rp 372,9 miliar, sedangkan PMDN sudah terealisasi Rp 79,4 miliar.

Di kategori PMA, yang menanamkan modalnya di Pati pada tahun ini seperti PT HWI di Batangan yang sedang dalam proses pembuatan pabrik.

Kemudian PT Sejin Fashion dan PT Misaja Mitra yang aktif menanamkan modalnya di Bumi Mina Tani.

Sementara, PMDN adalah dari Garudafood, Dua Kelinci, Samaco, Hanzicha Golden Propertindo, Kelola Laut Nusantara, Sinar Samudra, dan sejumlah perusahaan di bidang cold storage.

Riyoso menambahkan, Kabupaten Pati menjadi tempat penanaman modal yang makin "seksi".

Hal ini karena didukung beberapa hal, seperti adanya kepastian regulasi dengan adanya Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), keamanan, serta kondusivitas wilayah, dan infrastruktur yang memadai.

“Adanya PMA yang telah beroperasi, seperti PT Sejin misalnya, menambah kepercayaan pemodal asing untuk berinvestasi di Pati."

"Selain itu kami juga berkomitmen memberikan kemudahan proses perizinan dan memberikan pelayanan prima kepada para investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” jelas dia. (*)

Baca juga: Viral Tangan Anak di Batang Lebam Seusai Diambil Sampel Darah, Ini Kata Direktur RSUD Kalisari

Baca juga: Lima Sekolah Dasar Terdampak Rob, Berikut Data Rinci Hasil Pemetaan Disdikbud Kendal

Baca juga: Karyawan Swasta Warga Purbalingga Ditangkap Polisi, Dua Tahun Konsumsi Sabu, Pesannya Via WhatsApp

Baca juga: Lika-liku Vaksinasi Booster di Purbalingga, Sampai Sekarang Belum Bisa Capai Target 30 Persen

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved