Berita Batang

Warga Batang Antusias Ikuti Program KB Gratis, Sehari Ada 1.999 Ibu Pasang Alat Kontrasepsi

DP3AP2KB Kabupaten Batang menggelar pelayanan KB serentak sejuta akseptor sebagai bagian peringatan Harganas ke 29.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Seorang warga dibantu petugas Puskesmas Bandar, Kabupaten Batang sedang mengikuti program pemasangan KB implan gratis, Rabu (15/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Memeriahkan Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-29 Tahun 2022,  DP3AP2KB Kabupaten Batang menggelar pelayanan KB serentak sejuta akseptor.

Kegiatan itu pun cukup menarik antusias masyarakat, terutama ibu-ibu yang memang berencana untuk memasang alat kontrasepsi.

Ada sekira 1.999 ibu di Kabupaten Batang memasang alat kontrasepsi dalam sehari. 

Baca juga: Viral Tangan Anak di Batang Lebam Seusai Diambil Sampel Darah, Ini Kata Direktur RSUD Kalisari

Baca juga: Ciptakan Tujuh Varian Teh, Ratih Ingin Teh Lokal Batang Naik Kelas  

Baca juga: Ada Proyek Pembangunan Jembatan, Empat Jalan Utama di Batang Ditutup

Baca juga: Ayo Buruan Siapkan Berkas dan Daftar Segera, Persibat Batang Cari 30 Pemain, Ini Teknis Seleksinya

"Ada tiga jenis alat kontrasepsi yang disediakan yaitu Implan, IUD, dan non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)," tutu Kepala DP3A2PKB Kabupaten Batang, Supriyono kepada Tribunjateng.com, Rabu (15/6/2022).

Dia menyebut, itu adalah bagian dari Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor yang digelar BKKBN.

Pihaknya menyebar layanan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Batang.

Jumlah Puskesmas di Kabupaten Batang mencapai 27.

Pelayanan KB itu dilakukan secara gratis.

“Alhamdulillah, kesadaran KB masyarakat di Kabupaten Batang datang sendiri dan mereka sudah merasa suatu kebutuhan pentingnya ber KB."

"Kebanyakan yang datang adalah ibu-ibu yang sudah mempunyai anak dua,” imbuhnya.

Warga Kecamatan Bandar, Eri Miliyana (47) mengatakan, pemasangan implan KB merupakan kesadaran sendiri untuk mencegah adanya kehamilan kembali hingga 3 tahun.

"Saya sudah punya dua anak, usia 17 tahun dan 10 tahun."

"Keputusan KB sendiri juga atas persetujuan suami," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (15/6/2022).

Dia pun memilih KB implan, meski sempat takut, namun setelah pemasangan tidak seperti yang dibayangkan dan membuatnya tidak khawatir.

"Karena belum pernah implan, ya awalnya takut waktu akan dipasang karena harus disobek tapi saat dijalani ya baik-baik saja," pungkasnya. (*)

Baca juga: Ulah 30 Anak Punk di Jalan Lingkar Ambarawa, Curi Pakaian Hingga Pesta Miras, Bikin Warga Gregetan

Baca juga: Kabupaten Pati Makin Seksi Buat Investasi, Triwulan Pertama 2022 Sudah Tercapai Rp 452 Miliar

Baca juga: Lika-liku Vaksinasi Booster di Purbalingga, Sampai Sekarang Belum Bisa Capai Target 30 Persen

Baca juga: Karyawan Swasta Warga Purbalingga Ditangkap Polisi, Dua Tahun Konsumsi Sabu, Pesannya Via WhatsApp

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved