Berita Batang

Reaksi Pedagang Minyak Goreng Curah di Batang: Merepotkan, Kasihan Konsumen Lansia

Pemkab Batang mulai sosialisasi pembelian dan penjualan minyak goreng curah menggunakan aplikasi Pedulilindungi atau menunjukkan NIK KTP.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang, Subiyanto. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah akan menerapkan aturan baru terkait pembelian dan penjualan minyak goreng curah menggunakan aplikasi Pedulilindungi atau menunjukkan nomor induk kependudukan (NIK) pada 11 Juli 2022.

Hal itu pun menuai beberapa reaksi dari pedagang di Kabupaten Batang.

Salah satunya adalah Qoriah.

Menurutnya, pembelian menggunakan aplikasi cukup merepotkan.

Baca juga: 172 Desa di Kabupaten Batang Masih Belum ODF

Baca juga: Segala Kebobrokan PT Bhimasena Power Indonesia Dibongkar Warga eks Penghuni Lahan PLTU Batang

"Saya sudah mendengar informasi itu."

"Kalau menurut saya ya merepotkan karena tidak semua orang bisa menggunakan aplikasi."

"Apalagi kalau yang beli sudah lanjut usia (lansia), akan menambah waktu saat proses jual beli," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (1/7/2022).

Di sisi lain, Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang Subiyanto mengatakan, pihaknya telah menerima imbauan dari pemerintah agar pembelian minyak goreng curah memanfaatkan aplikasi Pedulilindungi.

Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang pun sudah mulai gencar melakukan sosialisasi melalui Demang Pasar untuk dipublikasikan kepada pedagang maupun konsumen pasar.

Baca juga: Pemkab Batang Bakal Hadiahi Rumah Juara Dunia Panjat Tebing Kiromal Katibin

Baca juga: Dapat Jatah 3 Ribu Dosis , Pemkab Batang Genjot Vaksinasi PMK Hewan Ternak

Dia tak menampik, konsumen di Batang khususnya pasar tradisional yang didominasi pedagang berusia lanjut dan tidak memiliki gawai, tentu akan mengalami sedikit kerepotan.

“Sosialisasi tidak cukup dilakukan satu atau dua pekan, tapi harus terus-menerus karena di masa awal memang perlu belajar,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah masih memberikan kesempatan, bagi konsumen menunjukkan KTP apabila akan membeli minyak goreng curah, bagi yang tidak mampu menggunakan aplikasi.

“Konsumen bisa melakukan pembelian maksimal 10 kilogram per hari."

"Masyarakat Batang tidak perlu khawatir kehabisan karena stok minyak goreng curah masih mencukupi kebutuhan,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Dinding Rumah Penerima PKH Dipasang Label, Wali Kota Pekalongan: Trik Kurangi Warga Ngaku Miskin

Baca juga: Hasil PPDB Online SMP di Karanganyar, Sembilan Sekolah Masih Kekurangan Siswa, Ini Penyebabnya

Baca juga: Iseng Kebablasan, Viral Duda Anak Satu di Cilacap, Masukkan Cincin ke Alat Kelamin, Begini Ceritanya

Baca juga: Hendi Sempat Besuk Tjahjo Kumolo di Rumah Sakit

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved