Ibadah Haji 2022

46 WNI yang Mau Berhaji Lewat Jalur Haji Furoda tapi Gagal Sudah Bayar Ratusan Juta

Ke-46 WNI tersebut telah mengeluarkan uang antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta agar bisa berangkat haji dengan jalur tanpa antre bertahun-tahun itu

Editor: muslimah
Tim Media Center haji Indonesia via Tribunnews.com
Sebanyak 46 warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan calon jemaah haji dideportasi dari Arab Saudi karena masalah visa, padahal mereka sudah mengenakan pakaian ihram. 

TRIBUNJATENG.COM - Sebanyak 46 warga negara Indonesia (WNI) yang mau berhaji lewat jalur fudoda sudah banyar ratusan juta.

Namun mereka gagal menunaikan ibadah haji karena ketahuan menggunakan visa tidak resmi.

Oleh pemerintah Arab Saudi, mereka pun dideportasi

Haji furoda adalah pemberangkatan haji khusus yang mekanismenya berbeda dengan haji reguler. Jenis haji furoda ini termasuk haji non kuota.

Baca juga: Soal Pimpinan ACT Digaji Ratusan Juta dan Dapat Mobil Mewah dari Dana Umat, Ini Tanggapan Ibnu

Baca juga: Haji Furoda Langsung Berangkat Tanpa Antri, Biaya Capai Rp 300 Juta

Untuk bisa menunaikan haji lewat jalur haji furoda, calon jemaah haji harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak.

Demikian pula yang terjadi pada 46 WNI yang akhirnya dipulangkan ke Indonesia karena menggunakan visa tidak resmi.

Informasi yang dihimpun Tribun, ke-46 WNI tersebut telah mengeluarkan uang antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta agar bisa berangkat haji dengan jalur tanpa antre bertahun-tahun itu.

Namun rencana beribadah haji lewat kuota undangan Raja Arab Saudi Raja Salman itu, akhirnya pupus sudah.

Kabar mengenai 46 calon jemaah haji asal Indonesia itu awalnya diketahui ketika ada laporan jemaah haji yang tertahan di Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah pada Kamis (30/6/2022) usai menumpang pesawat Garuda Indonesia.

Diketahui PT Alfatih Indonesia Travel menggunakan alamat yang berada di Jalan Panorama 1 Nomor 37, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Namun setelah ditelusuri alamat tersebut bukanlah alamat PT Alfatih Indonesia Travel melainkan alamat penginapan Cahaya Panorama.

Pihak penginapan Cahaya Panorama memastikan bahwa alamat yang digunakan oleh PT Alfatih Indonesia Travel di Jalan Panorama 1 Nomor 37, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) adalah alamat penginapan Cahaya Panorama.

Resepsionis penginapan Cahaya Panorama mengatakan alamat yang digunakan PT Alfatih Indonesia Travel tersebut tidak sesuai dengan kenyataannya.

Penjelasan ini diungkapkan resepsionis penginapan Cahaya Panorama, Gabriel Yonatan menjawab Tribun Jabar terkait lokasi Jalan Panorama 1 Nomor 37, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang diakui sebagai alamat dari PT Alfatih Indonesia Travel.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved