Berita Demak
95 Persen Desa di Pesisir Demak Tenggelam
Hampir 95 persen desa pesisir di Kabupaten Demak tenggelam akibat dampak dari pembangunan jalan tol Semarang-Demak
Penulis: hermawan Endra | Editor: muslimah
"Berdasarkan hal tersebut, perlu diadakannya suatu kegiatan yang berbentuk lokakarya dan diskusi dengan mengundang beberapa instansi pemerintahan dan masyarakat lokal untuk membantu meningkatkan kapasitas pengelolaan dan menyelesaikan masalah dengan luaran yang dapat diimplementasikan di daerah masing-masing," ujarnya.
Sementara itu Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Jawa Tengah Peni Rahayu mengatakan, Pemprov sangat komit terhadap upaya pelestarian ekosistem mangrove.
Di Jawa Tengah ada 16 kab/kota yang sekarang banyak ditumbuhi ekosistem mangrove sebagai upaya mengurangi banjir dan rob.
Menurutnya, pelestarian ekosistem mangrove sangat baik sebagai upaya perlindungan terhadap daratan pesisir, mencegahan dampak stunami dan pelestarian ikan. Selain itu juga bisa dibuat sebagai bahan baku makanan dan pewarna kain.
"Tahun 2017-2020 pengurangan ekosistem laut cukup banyak, 5,9 persen tapi mulai 2021-2022 mudahan-mudahan sudah akan meningkat lagi." imbuhnya.
Selain memanfaatkan anggaran yang sudah ada di Dinas terkait, pihaknya juga menghimpun dana csr untuk upaya reklamasi mangrove, rehabilitasi mulai dari pembibitan.
Terkait dengan kerusakan yang ditumbulkan akibat dari pembangunan jalan tol Semarang-Demak, menurut Peni harus ada keseimbangan.
Perlindungan tidak hanya mengandalkan ekosistem mangrove saja. Tetapi fisipil teknis juga dilakukan, sehingga untuk daerah-daerah dengan kecempatan tinggi seperti misalnya di Kabupateb Demak dibangun tol tanggul laut.
"Demak tertinggi untuk kerusakan ekosistem mangrove, perubahan alam hilangnya daratan terbesar berdasarkan hasil studi di Demak maka kami melakukan upaya itu antara lain dengan pembangunan tol tanggul laut Semarang-Demak," pungkasnya. (*)