Kabupaten Pekalongan

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: Dulu Ayam Diadu, Sekarang Dipamerkan Keindahan

Dengan adanya kontes yang diselenggarakan akan banyak tumbuh pehobi ayam hias ekor lidi di Kabupaten Pekalongan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
PEMKAB PEKALONGAN
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat melihat kontes Nasional Ayam Hias Ekor Lidi di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (7/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sama-sama ayam, tetapi memiliki jenis yang beragam.

Di antaranya adalah ayam ekor lidi.

Ayam tidak lagi diadu maupun hanya dikonsumsi, namun lebih untuk dipamerkan keindahannya.

Hal tersebut diungkapkan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat membuka Kontes Nasional Ayam Hias Ekor Lidi di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (7/8/2022).

Baca juga: Pemkot Pekalongan Rutin Sidak Pasar dan Toko Kelontong Cegah Peredaran Rokok Ilegal 

Baca juga: LPM se-Kota Pekalongan Dapat Bimbingan Teknis, Ini Pesan dari Wali Kota Aaf

"Kami senang dan bangga dengan terselenggaranya kegiatan tersebut di Kabupaten Pekalongan."

"Kami sangat mensupport adanya komunitas penggemar ayam hias ekor lidi," ungkap Fadia Arafiq.

Bupati berharap, dengan adanya kontes yang diselenggarakan akan banyak tumbuh pehobi ayam hias ekor lidi di Kabupaten Pekalongan.

"Ini adalah komunitas yang positif, yang bisa merangkul para pecinta dan pehobi ayam hias ekor lidi."

"Mudah-mudahan, komunitas ini bisa besar di Kabupaten Pekalongan dan tingkat nasional," imbuhnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (7/8/2022).

Baca juga: Kecelakaan Maut di Pekalongan: Belum Mahir Mengemudi, Elistia Tabrak 3 Pejalan Kaki , 1 Tewas

Baca juga: Kuliner Pekalongan Jadi Sektor Unggulan, Beri Kontribusi PDB 30 Persen

Sekretaris Komunitas Pecinta Ayam Hias Ekor Lidi Indonesia (Kopali), Lukman Hakim mengatakan, kontes ayam hias ekor lidi ini diikuti 104 peserta dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura.

Kontes memperebutkan total hadiah Rp 9 juta untuk Juara 1, 2, dan 3 kelas A (berat ayam 3,5 kilogram ke atas) serta Juara 1, 2, 3 kelas B (berat ayam 3,3 kilogram ke bawah).

"Kopali didirikan di Kabupaten Pekalongan sejak 2018."

"Namun, perkembangannya lebih pesat di wilayah timur."

"Dengan penyelenggaraan kontes nasional di Kabupaten Pekalongan, diharapkan akan menarik minat lebih banyak pecinta ayam hias ekor lidi ke Kopali Kabupaten Pekalongan," katanya. (*)

Baca juga: Disdikbud Kendal: PTM Belum Lost Sepenuhnya, Dievaluasi Tiap Akhir Bulan

Baca juga: Istri Irjen Ferdy Sambo Menangis di Mako Brimob, Putri Candrawathi: Saya Ikhlas Memaafkan

Baca juga: Lala Putri Lurah Purwodadi Ditemukan di Kulon Progo, Dua Bulan Tak Beri Kabar Karena Hal Ini

Baca juga: Inilah Robusta Javanica, Kopinya Orang Rembang Purbalingga, Pahitnya Tipis Teksturnya Lembut

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved