Berita Semarang
Harga BBM Naik, Apindo Jateng: Kita Harus Kerja Efisien Supaya Bisa Bertahan
Pemerintah telah resmi menaikkan harga BBM, di antaranya adalah BBM subsidi pertalite yang sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
Terutama yakni terkait lonjakan inflasi yang dimungkinkan terjadi setelah naiknya harga BBM.
"Kami mengharapkan pemerintah tetap waspada untuk menjaga, jangan sampai inflasi naik terlalu banyak karena kenaikan BBM ini pasti ada inflasi. Bukan hanya itu, inflasi juga bisa terjadi karena orang panik sehingga menaikkan semua (harga)," ungkapnya.
Kenaikan harga BBM sendiri telah menimbulkan keresahan bagi para buruh.
Di antaranya diakui Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah, Sekjen KSPI Jateng Aulia Hakim menyatakan, kenaikan harga BBM selain dapat menurunkan daya beli juga dikhawatirkan dapat menimbulkan efisiensi karyawan.
"Kenaikan harga BBM dapat menaikkan biaya produksi, dan kami khawatir di buruh akan menimbulkan efisiensi atau PHK besar-besaran.
Oke BLT Rp 150.000 selama 4 bulan, tapi pemerintah harus belajar bahwa kenaikan ini akan berdampak pada efek domino, menjadi landasan pacu harga-harga lain," kata Aulia Hakim, kemarin. (idy)
Baca juga: Pengentasan Rumah Tidak Layak Huni di Banyumas, Bupati Husein Resmikan 18 RTLH di Desa Panembangan
Baca juga: Pengemis Asal Kudus Ini Bikin Syok, Punya Mobil Toyota Avanza, Pendapatan Sehari Bisa Rp 200 Ribu
Baca juga: KABAR DUKA : Reza Gunawan, Suami Dee Lestari Meninggal Dunia
Baca juga: Ini Janji dan Permintaan Maaf Zulfikar, Imbas Batalnya Persiraja Banda Aceh Vs PSMS Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/buruh-pabrik-6-sept.jpg)