Berita Karanganyar

Pemkab Karanganyar Siapkan Bantuan Sosial Bagi Warga Dampak Kenaikan BBM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyiapkan bantuan sosial yang bakal diberikan kepada warga yang terdampak kenaikan BBM.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyiapkan bantuan sosial yang bakal diberikan kepada warga yang terdampak kenaikan BBM.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, bantuan tersebut akan dialokasikan dari dana tidak terduga dengan tetap melihat kemampuan daerah.

Kenaikan BBM memang berdampak terhadap berbagai sektor. Pemerintah pusat telah mengalokasikan bantuan sosial untuk warga yang terdampak.

Di sisi lain Pemda juga telah menyiapkan untuk menyisir warga yang benar-benar terdampak dengan adanya kenaikan BBM.

"Pemerintah sudah menyiapkan regulasi untuk tindakan cepat membantu masyarakat yang terdampak.

Caranya sudah diberi, kita tidak buru-buru juga, harus didata konkrit, yang jelas, yang terdampak. Efisien dan tepat sasaran kan jauh lebih penting. Jangan sampai diberikan kepada orang yang tidak tepat," katanya kepada Tribunjateng.com di Ruang Paripurna DPRD Karanganyar, Selasa (6/9/2022).

Menurutnya, bantuan akan lebih tepat sasaran apabila diberikan kepada pihak yang berdampak langsung terhadap kenaikan BBM seperti ojek online (Ojol) dan sopir angkutan desa (Angkudes). Dia akan memprioritaskan Ojol dan sopir angkudes untuk mendapatkan bantuan tersebut.

"Paling krusial menurut saya misal ojol. Angkutan, yang tidak terkena BBM saja sudah susah karena penumpang minim. Itu saya minta didata," terangnya.

Sopir angkutan pedesaan, Sabar (54) mengaku dilematis dengan adanya kenaikan harga BBM. Adanya kenaikan harga BBM tentu berdampak terhadap biaya operasional, belum soal perawatan kendaraan. Di sisi lain apabila hendak menaikan tarif dikhawatirkan para pelanggarannya akan berkurang.

Sabar telah menjadi sopir angkutan pedesaan sejak 1997. Biasanya dia melayani rute jalur selatan yakni Karanganyar-Jumantono-Matesih. Mayoritas pelanggannya para pedagang pasar. Kini tinggal satu angkutan pedesaan miliknya yang melayani rute jalur selatan dari semula ada 9 angkutan.

"Tidak berani menaikan harga, ditakutkan pelanggan lari," ungkapnya. (Ais).

Baca juga: Penyaluran BLT BBM di Banyumas Masih Tunggu Petunjuk Pusat

Baca juga: UPDATE Pegawai Bapenda Semarang Hilang : Pemkot Tak Tahu Jika Dipanggil Sebagai Saksi Dugaan Korupsi

Baca juga: IMB Dibatalkan PTUN, Setda Kudus Masih Mempertimbangkan Banding

Baca juga: KPU Karanganyar Klarifikasi 45 Anggota Parpol Soal Status Ganda Partai

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved