Berita Semarang

13 Musisi Pengisi Kompilasi Ambyaran Semarang, Produk Mutualisme Panjawi dan Trans Semarang

Tujuan dari Kompilasi Ambyaran Semarang ini tak lain untuk lebih nguri- uri budaya dan bahasa Jawa dan tidak hanya terkesan mengikuti trend semata.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRANS SEMARANG
Saat Panjawi Production dan Trans Semarang merilis kompilasi Ambyaran Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Panjawi Production dan Trans Semarang bekerja sama menyebarluaskan karya musisi lokal ibu Kota Jawa Tengah dengan merilis kompilasi Ambyaran Semarang. 

Kompilasi ini diisi 13 musisi yang terdiri dari grup musik maupun solois asal Semarang dan sekitarnya.

Kompilasi Ambyaran Semarang dirilis pada 18 September 2022 di beberapa kanal digital. 

Baca juga: Tahap Finishing, Proyek Jalan Tol Semarang-Demak Selesai 28 Oktober

Baca juga: Syarat Penerima UHC yang Dibiayai APBD Kota Semarang Diperketat

Koordinator Panjawi Production, Sharief Yulian Saputra mengatakan, musisi kompilasi Ambyaran Semarang ini terpilih setelah melewati fase seleksi yang selektif dari banyak materi yang dikirimkan kepadanya.

Pihaknya memilih 13 karya merujuk pada pada Hari Jadi ke 13 Trans Semarang. 

"Kami berafiliasi dengan Trans Semarang untuk menyebarluaskan karya milik kawan - kawan musisi Semarang", ungkapnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (23/9/2022). 

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Hendrix Setiawan menyambut baik ide dari Panjawi Production ini.

Pasalnya, memutar musik di transportasi diatur hak ciptanya.

Kompilasi Ambyaran Semarang ini menjadi simbiosis mutualisme antara Panjawi Production dan Trans Semarang. 

Baca juga: Pengadaan Kendaraan Listrik Pemkot Semarang Mulai Akhir Tahun Ini, Tahap Awal Tersedia Rp 4,1 Miliar

Baca juga: Mulai 3 Oktober, Satpol PP Kota Semarang Tindak Pengendara Yang Beri Sumbangan ke PGOT

"Trans Semarang bisa dipromosikan oleh musisi yang tergabung dengan Panjawi Production,” tutur Hendrix. 

Beberapa nama pengisi Kompilasi Ambyaran Semarang adalah musisi yang telah dikenal masyarakat seperti Sam Kawe, Viko YP, Sandy Petiz, Siji Wiji, Bayu Jeru, Ilham Muiz, Rano Parno, Pujiono Project, Nadia Arova, Mellodika, Kandrick Team, Gogor More, dan Soni Teyeng. 

Menurutnya, tujuan dari kompilasi ini tak lain untuk lebih nguri- uri budaya dan bahasa Jawa dan tidak hanya terkesan mengikuti trend semata.

Kompilasi Ambyaran Semarang ini tidak hanya bercorak dangdut, melainkan ada pop dan rock. 

"Yang menyatukan adalah kecintaan pada budaya dan bahasa Jawa, musik hanya merupakan katalis," ucapnya. (*)

Baca juga: UKSW Salatiga Pemenang AMSI Jateng Digital Awards 2022, Kategori Perguruan Tinggi Swasta

Baca juga: Juara Lomba Desain Logo HUT ke 105 Karanganyar Diumumkan 1 Oktober 2022

Baca juga: Manajer Pemeliharaan Belum Penuhi Panggilan Polisi Terkait Pembakaran di Pinggir Jalan Tol

Baca juga: Innalillahi wa Innalillahi Ilaihi Rojiun! Ibu Hamil Korban Serangan ODJG di Sumedang Meninggal

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved