Berita Jepara

PLN Kelola Listrik di Karimunawa, Pulau-pulau Terpencil Tak Lagi Gelap Gulita

Pulau-pulau terpencil di Karimunjawa, Kabupaten Jepara tak lagi gelap gulita. Saat ini pengelolaan listrik di Pulau Parang, Nyamuk dan Genting dilakuk

Dok. Diskominfo Jepara
Serah Terima Operasional dan Pemeliharaan (STOP) pengalihan pengelolaan kelistrikan di Pulau Parang, Genting, dan Nyamuk di Kecamatan Karimunjawa dari Pemkab Jepara ke PLN, di Ruang Kerja Bupati Jepara, Selasa, 4 Oktober 2022.(Dok. Diskominfo Jepara). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA -- Pulau-pulau terpencil di Karimunjawa, Kabupaten Jepara tak lagi gelap gulita. Saat ini pengelolaan listrik di Pulau Parang, Nyamuk dan Genting dilakukan oleh PLN.

Serah terima pengolaan ini berlangsung di Ruang Kerja Bupati Jepara, Selasa, 4 Oktober 2022. Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyantai didampingi Kabag Perekonomian dan SDA Setda Jepara, Siti Nurjanah menerima kunjungan Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Jepara Ronny Afrioko.

Agenda pertemuan itu sekaligus  penyerahan berkas Serah Terima Operasional dan Pemeliharaan (STOP) pengalihan pengelolaan kelistrikan di Pulau Parang, Genting, dan Nyamuk di Kecamatan Karimunjawa.

Dengan serah terima ini  pengelolaan listrik di tiga pulau tersebut akan sepenuhnya dibawah penanganan PLN dari yang sebelumnya berada di tangan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta mengapresiasi langkah baik ini. Dia sangat senang karena pengelolaan listrik di area kepulauan Jepara ditangani langsung PLN.

"Terima kasih atas kerjasama ini," kata Edy Supriyanta.

Sementara itu, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan Jepara Ronny Afrioko menerangkan, jumlah pelanggan listrik di tiga pulau terpencil itu sekira 605.

Ke depan, para pelanggan di Pulau Parang, Genting, an Nyamuk akan mendapat kuota sebanyak 1,5 Kwh per hari. 

Pembatasan jumlah kuota tersebut rencananya akan dihentikan ketika pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) telah rampung di 2023.

“Namun pembatasan tersebut tidak berlaku pada fasilitas umum seperti balai desa, puskesmas, dan sekolah,” kata Ronny menerangkan.

Pihaknya telah menghitung dengan cermat sehingga kuota sejumlah 1,5 Kwh bagi masyarakat akan mencukupi kebutuhan harian. (*)

Baca juga: Tekan Praktik Nakal Jukir, DPRD Kota Semarang Minta Parkir Elektronik Ditambah di Lokasi Wisata 

Baca juga: Dies Natalis ke-19 FTI Ajak Civitas Akademik Miliki the Spirit of Creativity

Baca juga: Dapat Cuan dari Selesaikan Misi Harian di Aplikasi Penghasil Uang Tappy Box Pro

Baca juga: Alasan CV RPM Kudus Adakan Mesin Pengering Jagung yang Kini Didemo Warga: Itu Permintaan Petani

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved