Berita Kudus

Wajib Tiap Rabu, ASN Pemkab Kudus Gunakan Seragam Tenun Glagahwaru

Hartopo secara pribadi memuji kualitas kain tenun produksi desa Glagahwaru dan memberi masukan agar produk tersebut dapat dikenal masyarakat luas.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
PEMKAB KUDUS
Bupati Kudus HM Hartopo sedang memegang kain tenun Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo akan menginstruksikan para pegawai negeri sipil (PNS) mengenakan baju tenun dari Desa Glagahwaru tiap Rabu.

Hal itu dinilai sebagai bagian dari promosi selain mengenalkan produk tenun Glagahwaru melalui media sosial milik Pemkab Kudus.

"Akan kami dukung penuh produk (tenun) ini."

"Termasuk kami bantu promosikan, baik melalui media sosial Pemkab Kudus maupun instruksi kepada para pegawai sebagai pakaian dinas tiap Rabu," kata Hartopo kepada Tribunjateng.com, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Dispertan Kudus Targetkan Penambahan Populasi Hewan Ternak hingga 40 ribu ekor

Baca juga: Ini Penyebab Angka Stunting di Kudus Capai 6,57 %

Hartopo secara pribadi memuji kualitas kain tenun produksi desa tersebut, dia pun memberi masukan agar produk tersebut dapat dikenal masyarakat luas sebagai ciri khas.

"Produk ini sangat menarik perhatian."

"Kain tenun ini kualitasnya sangat bagus."

"Harus ada ciri khas motif yang menjadi identitas daerahnya," ungkap Hartopo.

Dia berharap, produk unggulan UMKM di Kabupaten Kudus dapat memiliki kualitas yang bagus dan diminati masyarakat luas sehingga mampu menjadi ikon kabupaten.

Baca juga: Jembatan Kayu Penghubung Demak-Kudus Disulap Jadi Jembatan Apung

Baca juga: Bangkitkan Ekonomi UMKM, Ketua DPRD Kudus Masan Minta Optimalisasi Anggaran Pasar Rakyat

"Semoga UMKM unggulan di Kudus dapat memiliki kualitas bagus sehingga diminati konsumen."

"Dengan demikian dapat menambah ikon Kabupaten Kudus," katanya.

Sementara itu, perangkat Desa Glagahwaru, Wahyu Himawan mengatakan, motif yang digunakan dalam kain tenun merupakan simbol Desa Glagahwaru.

Yakni daun waru sebagai lambang hati.

"Motifnya khas Desa Glagahwaru yang diambil dari bentuk daun waru merupakan simbol hati."

"Inilah ciri khas motif kain tenun desa kami yang membedakan dari motif-motif daerah lain," kata penggerak Karang Taruna Mekar Kusuma ini. (*)

Baca juga: Siswa SD Semarang Lihai Bercocok Tanam, Hasil Panen Buat Kas Kelas

Baca juga: Resmikan Rumah Sakit AISs, Bupati Afif Minta Akses Kesehatan Lebih Merata

Baca juga: Perkuat Ekosistem Keuangan Digital Nasional, Telkomsel PayLater Hadirkan Kemudahan Layanan dan Kelan

Baca juga: Program Gema Pesta Wonosobo, Genjot Promosi Wisata di Wonosobo

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved