Berita Kudus

Dispertan Kudus Targetkan Penambahan Populasi Hewan Ternak hingga 40 ribu ekor

Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus menargetkan adanya penambahan jumlah populasi hewan ternak

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus menggelar Pelatihan Teknologi Peternakan dengan tema, Penjaminan Kesehatan Hewan, Penutupan dan Pembukaan Daerah Wabah Penyakit Hewan Menular Dalam Daerah Kabupaten/Kota di Kecamatan Dawe, baru-baru ini. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus menargetkan adanya penambahan jumlah populasi hewan ternak, utamanya kambing dan domba hingga 40 ribu ekor pada 2023 mendatang.

Jumlah tersebut dibagi dalam empat komunal atau kelompok peternak di Gribig, Mejobo, dan dua kelompok di Gondoharum. Masing-masing kelompok, populasi domba dan kambing ditarget meningkat hingga 10 ribu ekor. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Didik Tri Prasetyo mengatakan, upaya untuk meningkatkan populasi hewan ternak di Kabupaten Kudus dengan melakukan inovasi pakan ternak.

Yaitu mengembangkan ternak dengan memanfaatkan teknologi, sehingga usaha masing-masing peternak bisa meningkat.

Dia menyebut, saat ini populasi kambing dan domba di Kabupaten Kudus berjumlah 14 ribuan ekor. Sementara kebutuhan hewan kurban mencapai 4 ribu ekor per tahunnya. 

Dengan ketersediaan jumlah tersebut, pihaknya berharap, program Pelatihan Teknologi Peternakan yang digagas Dinas Pertanian dan Pangan, bisa merubah mindset peternak dalam menyediakan pakan ternak yang lebih baik dan efisien. Karena, 70 persen biaya perawatan hewan ternak ada pada kebutuhan pakan. 

"Kami ingin peternak ke depan bisa meningkatkan usaha ternaknya masing-masing. Nah, beberapa kecamatan di Kudus ini surganya pakan ternak (ramban), dengan edukasi bisa menghasilkan pakan ternak yang seimbang, tidak hanya mengandalkan rumput liar saja," terangnya, Senin (28/11/2022).

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Agus Setiawan menambahkan, pihaknya sudah melakukan pelatihan yang diikuti ratusan peternak di empat lokasi. Masing-masing adalah Jekulo, Gebog, Undaan, dan Dawe. 

Kata dia, pelatihan dititikberatkan bagaimana cara peternak meramu atau menyediakan komposisi pakan hewan ternak lebih baik dan seimbang. Artinya, pakan ternak yang mengandung serat, protein, dan karbohidrat yang diramu dalam empat kombinas.

"Empat kombinasi ini bisa diisi rerumputan, tanaman legung seperti kulit kacang hijau, koro, turi sebagai penyedia protein, serta dua jenis tanaman ramban lainnya. Pelatihan kami arahkan ke penyediaan pakan yang lebih baik," tuturnya.

Agus menyatakan, jika pakan ternak disediakan dengan baik, bisa meningkatkan populasi dan produktifitas hewan ternak. 

Pihaknya juga mendorong peternak Kudus bisa menghasilkan sumber pakan lengkap. Yaitu dengan memanfaatkan hasil pangkasan berbagai tanaman, dijadikan sumber makanan berprotein tinggi yang dikemas dalam sebuah wadah hingga 21 hari.

Dengan waktu tersebut, dimungkinkan bakteri tanaman akan mati, sehingga menghasilkan pakan ternak yang menyehatkan.  

Dia mendorong agar proses penyediaan pakan ternak ini dilakukan oleh komunitas peternak, supaya tidak membebani masing-masing peternak. 

"Program ini sudah jalan, contohnya berlangsung di Mejobo dan Gribig. Nah penyediaan pakan ternak ini, selain mengatasi pakan yang basah ketika musim hujan, juga diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan peternak," harapnya. (Sam)

Baca juga: Sambut Tahun Politik 2024, Humas DPRD Jateng Kuatkan Sinergi dengan Kalangan Media 

Baca juga: Ini Penyebab Angka Stunting di Kudus Capai 6,57 %

Baca juga: Sosialisasikan Pembentukan Badan Ad hoc, KPU Batang Minta Dukungan Pemkab Sukseskan Pemilu 2024

Baca juga: Kenali Titik Rangsang Wanita Supaya Hubungan Intim Makin Puas, Ini Bocoran Dokter Boyke

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved