Berita Jepara

UMK Jepara 2023 Naik Rp 164 Ribu Jadi Rp 2.272.626

Ketua Dewan Pengupahan Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko mengungkapkan, penghitungan kenaikan UMK itu berdasarkan Permenaker Nomor 18 Tahun 2023 tentang

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/YUNANSETIAWAN 
Para buruh berunding dengan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DiskopUKMnakertrans) Kabupaten Jepara Samiaji (baju batik) saat aksi demo di depan kantor Bupati Jepara, Jumat (2/12/2022) 

TRBUNJATENG.COM, JEPARA -Pemerintahan Kabupaten Jepara telah melakukan pembahasan penetapan UMK 2023.

Dalam rapat pleno Dewan Pengupahan yang berlangsung Kamis (30/11), Pemkab Jepara telah menetapkan nominal kenaikan.

Ketua Dewan Pengupahan Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko mengungkapkan, penghitungan kenaikan UMK itu berdasarkan Permenaker Nomor 18 Tahun 2023 tentang Upah Minimum 2023.

"Kami dari pemerintah melakukan penghitungan dengan permenaker di angka 7,8 persen dengan koefisien alfa paling tinggi 0,3," kata Edy Sujatmiko, Sabtu (3/12).

Dengan kenaikan tersebut, UMK 2023 di Kabupaten Jepara sebesar Rp 2.272.626,63 atau naik Rp 164.223,52 dari UMK 2022 yang sebesar Rp 2.272.626,63.

Angka kenaikan itu diluar ekspetasi serikat buruh. Pihak buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Kongres Alinasi Buruh Indonesia (KASBI) berdemo di depan Kantor Bupati.

Dalam tuntutannya, buruh meminta Pemkab Jepara mengusulkan kenaikan 10 persen. Dengan kenaikan 10 persen, UMK Kabupaten Jepara 2023 menjadi Rp 2.319.243,42. Namun tuntutan itu tidak dipenuhi Pemkab Jepara.

“Kami akan aksi di provinsi tanggal 7 Desember mendatang," kata Koordinator KASBI Jepara Raya, Agus Priyanto, Sabtu.

Dia meminta Pemerintah Kabupaten Jepara berpihak kepada buruh. Salah satu bentuknya menetapkan angka usulan kenaikan sesuai permintaan buruh. Agus meminta Pemkab Jepara tidak mengusulkan kenaikan di bawah 10 persen.

Terpisah, UMK Tegal Tahun 2023 diusulkan naik 6,93 persen atau sekitar Rp 139.082 atau jadi Rp 2.145.012.

UMK di Kota Tegal selalu naik dalam tiga tahun terakhir, meskipun pandemi Covid-19 sedang mengganas. Di 2020, UMK naik sebesar 9,25 persen.

Setelah itu, kenaikan turun tajam hanya 3 persen. Sementara di 2022, kenaikan UMK di Tegal cuma 1,17 persen.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan, usulan UMK Kota Tegal Tahun 2023 berdasarkan hasil sidang dewan pengupahan. Usulan tersebut sudah mempertimbangkan arahan dari Menteri Dalam Negeri dan Menteri Ketenagakerjaan. Persentase kenaikan UMK, ucap dia, harus pada rentang angka 5-10 persen.

"Suratnya sudah dikirim ke provinsi, mudah-mudahan disetujui. Kurang lebih satu minggu ada jawaban," kata Dedy Yon, Kamis (1/12).

Ia berharap, UMK Kota Tegal Tahun 2023 yang nanti ditetapkan bisa diterima buruh dan pengusaha. "Kita gak boleh ngawur, biar kedua belah pihak antara pengusaha dan buruh kondusif dan tidak ada gejolak di kemudian hari," jelasnya. (yun/fba/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved