Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Kronologi Dua Wanita Ditelanjangi dan Dibuang ke Laut di Dekat Kafe Kawasan Pasir Putih Kambang

Perbuatan yang merendahkan martabat manusia dan melakukan tindakan main hakim sendiri menjadi sebuah kejahatan yang tak bisa ditoleransi.

(DAILY STAR)
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM -- Perbuatan yang merendahkan martabat manusia dan melakukan tindakan main hakim sendiri menjadi sebuah kejahatan yang tak bisa ditoleransi.

Namun, kejadian di kawasan pesisir Selatan, Sumatera Barat yang menampilkan tindakan persekusi terhadap dua wanita oleh sekelompok warga membawa sebuah pertanyaan, apa sebenarnya yang menyebabkan kejadian tersebut terjadi?

Dilansir dari berbagai sumber, dua wanita yang menjadi korban persekusi tersebut merupakan pemandu karaoke atau ladies companion (LC) di salah satu kafe di kawasan Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Namun, alasan apa yang membuat sekelompok warga melakukan tindakan yang sangat tidak manusiawi terhadap mereka?

Banyak spekulasi muncul dari masyarakat terkait insiden tersebut. Namun, perlu diingat bahwa tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan tindakan persekusi dan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok warga.

Pihak berwajib harus bertindak cepat dan tegas dalam mengusut tuntas kasus ini dan menghukum pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kejadian ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan menolak segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat manusia.

Kita sebagai masyarakat harus saling menghormati dan memperlakukan sesama dengan baik, bukan melakukan tindakan yang justru akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dua wanita muda pemandu lagu jadi korban persekusi sekelompok pemuda. Mereka ditelanjangi dan diceburkan ke laut karena beroperasi di kafe saat Ramadan. Akun Instagram @matarakyat_sumbar
Dua wanita muda pemandu lagu jadi korban persekusi sekelompok pemuda. Mereka ditelanjangi dan diceburkan ke laut karena beroperasi di kafe saat Ramadan. Akun Instagram @matarakyat_sumbar (Warta Kota/Istimewa)

Cuma Pengujung Kafe

Kasus yang dialami oleh dua perempuan tersebut hingga saat ini masih terus diselidiki oleh kepolisian.

Dilansir dari Tribunnews.com, Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Novianto Taryono menjelaskan, kedua wanita yang menjadi korban persekusi oleh sekelompok warga tersebut bukan pemandu karaoke atau lady companion (LC), melainkan pengunjung kafe.

Menurut polisi, kedua korban sempat disebut sebagai pemandu karaoke kafe tersebut.

Sejumlah warga pun nekat melakukan tindakan persekusi yang tak manusiawi kepada keduanya.

"Warga ini menyeret dan membawa dua orang perempuan ini ke laut. Pertama kedua perempuan ini diminta untuk mandi ke laut, kemudian dilepas pakaiannya," ujar Novianto dilansir dari Tribunnews.com, Kamis (13/4/2023).

Namun dari hasil penyelidikan, saat peristiwa itu terjadi, korban bukan sedang bekerja sebagai pemandu karaoke di kafe tempat keduanya diamankan warga.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved