Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

LDII

Gelar Webinar Internasional tentang Dampak Perubahan Iklim, Prof Cordia Chu Apresiasi Aksi LDII

Dalam rangka mengedukasi dan melibatkan generasi muda dalam mengurangi dampak perubahan iklim, DPP LDII mengadakan Webinar Internasional

Istimewa
Dalam rangka mengedukasi dan melibatkan generasi muda dalam mengurangi dampak perubahan iklim, DPP LDII (Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia) mengadakan Webinar Internasional dengan tema "Kontribusi Generasi Muda dalam Mengurangi Dampak Perubahan Iklim untuk Kehidupan di Bumi yang Lebih Baik". 

Kondisi ini berdampak tidak dapat diprediksinya cuaca, atau perubahan cuaca yang terjadi secara ekstrim. Kondisi ini juga berpotensi terhadap ketersediaan pangan, dimana pangan yang diproduksi tidak semaksimal dulu lagi. Hal ini berakibat pada perekonomian masyarakat tentunya.

“Kalau kita lupa untuk bergerak dan membiarkan semua ini terjadi, anomali ini akan terus terjadi dan kita baru menyadari di saat ikan terakhir kita nikmati, saat terakhir pohon ditebang bahwa iklim di dunia semakin parah,” kata Amal.

Institut Hijau Indonesia mendorong semua pihak, khususnya para pemuda untuk peduli iklim. Sebab jika gerakan peduli iklim tidak dimulai hari ini, dampaknya bisa terjadi kepunahan massal, bukan hanya terjadi pada tumbuhan dan hewan tapi juga manusia di tahun 2100.

“Adaptasi perubahan iklim. Kita harus mulai beradaptasi dan mulai mengupayakan agar iklim ini tidak semakin parah. Karena bila kita lupa terhadap kondisi alam, alam tidak bisa memaksa untuk mengingat kondisi kita. Bila kita tidak menjaga dan merawatnya, bencana bisa terjadi,” ujarnya.

Institut Hijau Indonesia juga mengapresiasi gerakan peduli iklim dan lingkungan yang dilakukan LDII, seperti menanam pohon hingga pengelolaan sampah.

Ia berharap gerakan ini bisa disebarluaskan, tidak hanya dilakukan di lingkungan LDII tapi juga di masyarakat sekitar.

Amal juga berharap LDII menjadi organisasi pelopor yang membantu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan urgensi melakukan gerakan peduli iklim.

“Tadi di awal saya juga melihat video teman-teman LDII sudah mulai melakukan gerakan penanaman, pengolahan sampah, daur ulang ekonomi, nah itu peluang besar sebenarnya. Bagaimana kedepannya upaya yang dilakukan teman-teman ini bisa menyebar luas secara masif untuk kalangan lain. Tidak hanya dilakukan di lingkungan LDII tapi di lingkar masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Setelah itu, sesi kedua akan membahas peran konkrit umat beragama dan pemuda dalam mengurangi dampak perubahan iklim untuk kebaikan generasi mendatang.

Materi tersebut akan disampaikan oleh Institut Hijau Indonesia/Green Leadership Indonesia serta Centre for Environment and Population Health, Griffith University Australia.

Direktur Centre for Environment and Population Health School of MDP Medicine Griffith University, Australia, Prof. Cordia Chu mengapresiasi aksi kampanye peduli lingkungan yang diinisiasi oleh LDII.

Menurutnya aksi peduli lingkungan warga LDII dapat menggugah semangat masyarakat untuk turut peduli akan permasalahan lingkungan dan dampak perubahan iklim.

Ia menyoroti dahsyatnya dampak pemanasan global yang menjadi salah satu isu lingkungan utama yang dihadapi dunia saat ini.

Menurutnya pemanasan global adalah masalah perubahan iklim akibat peningkatan suhu atmosfer bumi yang terjadi secara bertahap. Suhu bumi diketahui terus meningkat sejak pencatatan terhadapnya mulai dilakukan pada tahun 1880.

Ia menyebutkan dampak pemanasan global dapat menyebabkan kebakaran hutan meluas, kekeringan yang berkepanjangan, perubahan musim tidak menentu, hingga meningkatkan intensitas bencana alam hidrometeorologi, bahkan dapat memperparah pencairan es di kutub bumi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved