Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Perdamaian Israel dan Arab Saudi Makin Dekat, Tapi Ada Syarat Pembentukan Negara Palestina

Israel berada di titik puncak untuk menjalin hubungan diplomatik formal dengan Arab Saudi. Kedua negara itu telah menyelesaikan perjanjian perdamaian

Tayang:
Editor: m nur huda
Yonathan SINDEL/POOL/AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset (Parlemen Israel) di Yerusalem pada 22 Desember 2020. 

Pendirian Israel ini berakar dari konsep Tanah Israel, sebuah konsep pusat Yudaisme sejak zaman kuno, yang juga merupakan pusat wilayah Kerajaan Yehuda kuno. Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa menyetujui Mandat Britania atas Palestina sebagai "negara orang Yahudi".

Pada tahun 1947, PBB menyetujui pembagian Palestina menjadi dua negara, yaitu satu negara Yahudi dan satu negara Arab. Puncaknya pada 14 Mei 1948, Israel memproklamasikan kemerdekaannya dan ini segera diikuti oleh peperangan dengan negara-negara Arab di sekitarnya yang menolak rencana pembagian ini.

Israel kemudian memenangkan perang ini dan mengukuhkan kemerdekaannya. Akibat perang ini, Israel berhasil memperluas batas wilayah negaranya melebihi batas wilayah yang ditentukan oleh Rencana Pembagian Palestina.

Sejak saat itu, Israel terus menerus ingin meluaskan wilayahnya ke negara-negara Arab tetangganya. Hal inilah yang menyebabkan peperangan dan kekerasan yang berlanjut sampai saat ini.

Israel telah menandatangani perjanjian damai dengan Mesir dan Yordania, namun usaha perdamaian antara Palestina dan Israel sampai sekarang masih terus diupayakan.

"Tetapi saya yakin kami berada di titik puncak terobosan yang lebih dramatis - perdamaian bersejarah antara Israel dan Arab Saudi," ujarnya, dikutip kantor berita AFP, Sabtu (23/9/2023). (kompas/tribun/dtc/cnn/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved